Sebanyak30 ml larutan fenol 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Nilai pH dalam labu titrasi dimonitor dengan pH meter. Setelah penambahan 15 ml NaOH, campuran larutan dalam labu titrasi diencerkan dengan H 2 O murni hingga volumenya 100 ml. 16. pH larutan fenol sebelum dititrasi adalah . A. 1,0 B. 2,5 C. 4,0 D. 5,5 E. 10,0 17.
Alatyang digunakan diantaranya adalah labu ukur 250 ml dan 100 ml, Erlenmeyer 100 dan 250 ml, pipet tetes, corong penyaring, statif, klem, buret asam, gelas beker 50 dan 250 ml, pengaduk dan kaca arloji, sedangkan bahan-bahan yaitu larutan AgNO3 0,1 (dari AgNO3 padat), NaCl kering, garam dapur kasar, indikator K2CrO4, fluorescein, NHuCNS padat
F ANALISA PROSEDUR 1. Pembuatan 100 ml larutan NaCl 0,1 M Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan 100 ml larutan NaCl 0,1 M adalah NaCl, aquades, neraca analitik, gelas arloji, spatula, pengaduk kaca, pipet tetes, gelas beaker 100 ml, labu ukur 100 ml, corong kaca. Langkah pertama yaitu menghitung terlebih dahulu jumlah massa NaCl yang
2 Sebanyak 5,85 gram NaCl dilarutkan dalam 4 kg air. Tentukan: a. titik didih larutan dan b. titik beku larutan! 3. Tentukan urutan titik didih larutan berikut! NaCl 0,2 molal ; urea 0,2 molal ; K 2SO 4 0,2 molal ; glukosa 0,2 molal 4. Sebanyak 2 mol elektrolit A 2B dilarutkan dalam 2.000 g air. A 2B terionisasi sesuai persamaan berikut ini A
NH3OH0.01 M 250 mL 9. CH3COOH 0.1 M 250 mL 10. NaCl 250 mL 11. H2SO4 pekat 2 mL 12. CuSO4 250 mL 13. FeCl3 250 mL kemudian ditambahkan larutan NaCl 0,1 M sebanyak 5 mL menghasilkan larutan berwarna putih susu namun sedikit bening dan terdapat endapan berwarna putih Endapan ini ada karena larutan yang digunakan merupakan ion logam
Kedalam larutan Nacl arus listrik sebesar 1930 C. RR. Rizx R. 04 November 2021 14:24. Pertanyaan. Ke dalam larutan Nacl arus listrik sebesar 1930 C. Berapa ml gas yang terbentuk di anoda pada keadaan standar?
HCl2,5 M artinya ada 2,5 mol HCl yang terlarut dalam 1 L air (ingat rumus M = n/V) Massa HCl dalam 1 liter larutan = n x Mr = 2,5 x 36,5 = 91,25 gram. Massa jenis larutan adalah = 0,25 g/mL. Artinya ada dalam 1 mL larutan memiliki massa = 0,25 gram. Jika larutannya adalah 1 L, maka massa larutan = 0,25 x 1000 = 250 gram.
Seorangsiswa diminta membuat larutan NaCl 0,1 N sebanyak 250 ml dari kristal NaCl. Sebelum melarutkannya dengan air suling, siswa tersebut menimbang kristal NaCl terlebih dahulu sebanyak 1,4643 gram. Filtrat dan air cucian setelah ditambah 1 ml indikator kemudian dititrasi dengan larutan KCNS 0,0250 N. Volume larutan KCNS sampai titik
Sebanyak25 mL HCl dititrasi oleh larutan NaOH 0,1 M deng Tanya. 11 SMA. Kimia. Kimia Fisik dan Analisis. Sebanyak 25 mL HCl dititrasi oleh larutan NaOH 0,1 M dengan menggunakan indikator fenolftalein. Untuk mencapai titik ekivalen diperlukan 30 mL larutan NaOH, kemolaran larutan HCl tersebut adalah . pH Larutan Garam.
73 Larutan berikut yang tidak dapat menentralkan 50 mL larutan HCl 0,02 M adalah a. 50 mL larutan Ca(OH)2 0,01 M b. 50 mL larutan NaOH 0,02 M c. 100 mL larutan KOH 0,01 M d. 100 mL larutan Ba(OH)2 0,001 M e. 100 mL larutan NaOH 0,02 M 74. Perhatikan hasil titrasi larutan NaOH 0,1 M dengan larutan HCl 0,15 M berikut.
UcihKv. 100% found this document useful 1 vote157 views2 pagesDescriptionsoal elektrolisisOriginal Titleelektrolisis soalCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote157 views2 pagesElektrolisis SoalOriginal Titleelektrolisis soalJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
80% found this document useful 5 votes7K views50 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?80% found this document useful 5 votes7K views50 pagesElektrolisis Larutan NaClJump to Page You are on page 1of 50 Elektrolisis Larutan NaCl Elektrolisis Larutan NaCl A. Tujuan Mengamati yang terjadi di katoda dan di anoda pada elektrolisis larutan NaCl. B. Teori Sel Elektrolisis adalah sel yang menggunakan arus listrik untuk menghasilkan reaksi redoks yang diinginkan dan digunakan secara luas di dalam masyarakat kita. Atau juga biasa diartikan energi yang digunakan untuk menghantarkan reaksi kimia. Contohnya seperti penyepuhan, pemurnian logam, penyetruman accu/aki. Baterai aki yang dapat diisi ulang merupakan salah satu contoh aplikasi sel elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari . Baterai aki yang sedang diisi kembali recharge mengubah energi listrik yang diberikan menjadi produk berupa bahan kimia yang diinginkan. Air, H 2 O, dapat diuraikan dengan menggunakan listrik dalam sel elektrolisis. Proses ini akan mengurai air menjadi unsur-unsur pembentuknya. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut 2 H 2 O l —— > 2 H 2g + O 2g Dalam sel elektrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah elektroda, elektrolit, dan sumber arus searah. Elektron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif katoda . Spesi tertentu dalam larutan menyerap elektron dari katoda dan mengalami reduksi. Sedangkan spesi lain melepas elektron di anoda dan mengalami oksidasi. Beberapa pengertian yang terdapat pada sel elektrolisis, sebagai berikut 1. Anoda elektroda negatif adalah elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi. 2. Katoda elektroda positif adalah elektroda tempat terjadinya reaksi reduksi. 3. Kation adalah ion yang kekurangan elektron. Karena Kation bergerak menuju elektroda negatif dan terjadi reaksi pengikatan elektron atau reaksi reduksi. 4. Anion adalah ion yang kelebihan elektron. Karena Anion bergerak menuju elektroda positif dan melepaskan elektronnya terjadi reaksi reduksi. Pada katoda, terjadi suatu persaingan antara air dengan ion Na + . Dan berdasarkan Tabel Potensial Standar Reduksi , air memiliki E° red yang lebih besar dibandingkan ion Na + . Ini berarti, air lebih mudah tereduksi dibandingkan ion Na + . Oleh sebab itu, spesi yang bereaksi di katoda adalah air. Sementara, berdasarkan Tabel Potensial Standar Reduksi , nilai E° red ion Cl - dan air hampir sama. Oleh karena oksidasi air memerlukan potensial tambahan overvoltage , maka oksidasi ion Cl - lebih mudah dibandingkan oksidasi air . Oleh sebab itu, spesi yang bereaksi di anoda adalah ion Cl - . Jadi, reaksi yang terjadi pada elektrolisis larutan garam NaCl adalah sebagai berikut Katoda - 2 H 2 O l + 2 e - —— > H 2g + 2 OH -aq ……………….. 1 Anoda + 2 Cl -aq —— > Cl 2g + 2 e - ………………..……2 Reaksi sel 2 H 2 O l + 2 Cl -aq —— > H 2g + Cl 2g + 2 OH -aq ….. [1 + 2] Reaksi elektrolisis larutan garam NaCl menghasilkan gelembung gas H 2 dan ion OH - basa di katoda serta gelembung gas Cl 2 di anoda. Terbentuknya ion OH - pada katoda dapat dibuktikan dengan perubahan warna larutan dari bening menjadi merah muda setelah diberi sejumlah indikator fenolftalein pp. Bagaimana halnya jika elektrolisis lelehan maupun larutan menggunakan elektroda yang tidak inert, seperti Ni, Fe, dan Zn ? Ternyata, elektroda yang tidak inert hanya dapat bereaksi dalam anoda, sehingga produk yang dihasilkan di anoda adalah ion elektroda yang larut sebab logam yang tidak inert mudah teroksidasi. Sementara itu, jenis elektroda tidak mempengaruhi produk yang dihasilkan di katoda. Sebagai contoh, berikut adalah proses elektrolisis larutan garam NaCl dengan menggunakan elektroda Cu Katoda - 2 H 2 O l + 2e - H 2g + 2 OH -aq Anoda + Cu s Cu 2+aq + 2e - Reaksi Sel Cu s + 2 H 2 O l Cu 2+aq + H 2g + 2 OH -aq C. Alat dan Bahan No. Alat dan Bahan Ukuran/Satuan Jumlah/Volume 1. Tabung U 1 2. Kabel/Jepit buaya 4 meter/4 buah 3. Adaptor 6 volt 1 4. Pipet tetes 2 5. Elektroda C 2 6. Larutan Indikator Fenolftalein 3 tetes 7. Larutan NaCl 0,5 M 50 mL 8. Gelas Beker 1 9. Klem 1 D. Prosedur dan Pengamatan Percobaan/Cara Kerja Pasanglah pipa U di statif dan kedua lubang diberikan elektroda karbon yang sudah dirangkai dengan kabel yang dihubungkan dengan adaptor. Lalu masukkan larutan NaCl pada gelas beker, tuangkan ke dalam tabung U. Kemudian tambahkan 3 tetes indikator fenolftalein ke dalam masing-masing lubang pipa U. Setelah itu, tutup kedua lubang dengan menggunakan kapas. Elektrolisis kedua larutan itu sampai terlihat suatu perubahan pada sekitar kedua elektrolida. E. Hasil percobaan 1. Warna larutan sebelum dielektrolisis adalah bening. 2. Sesuatu dielektrolisis a Perubahan pada ruang katoda Pada larutan berubah menjadi berwarna merah, akan tetapi setelah lama kelamaan warna agak memudar atau menghilang secara perlahan dan menghasilkan gelembung terus-menerus. b Perubahan pada ruang anoda Pada larutan tidak terjadi perubahan warna, menghasilkan gelembung, tetapi tidak banyak seperti yang terjadi pada katoda dan berbau seperti pemutih pakaian. F. Analisis Data 1. Zat apakah yang terjadi di ruang anoda sebagai hasil elektrolisis? - Cl 2 klor karena berbau seperti pemutih pakaian. 2. Ion apakah yang terjadi di ruang katoda setelah elektrolisis? - Ion OH - basa karena OH - bereaksi dengan larutan fenolftalein sehingga berubah menjadi berwarna merah. 3. Tulis persamaan setengah reaksi yang terjadi di katoda dan anoda? - Katoda = 2H 2 O + 2e - 2OH - + H 2 Anoda = 2Cl - Cl 2 + 2e - 4. Jelaskan hasil elektrolisis? - Katoda = 2H 2 O + 2e - 2OH - + H 2 Anoda = 2Cl - Cl 2 + 2e - Reaksi sel = 2H 2 O + 2Cl - 2OH - + H 2 + Cl 2 5. Tarik kesimpulan dari percobaan tadi? - Pada percobaan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Ø Larutan NaCl pada katoda adalah larutan menjadi berwarna merah karena OH - bereaksi dengan larutan fenolftalein , menghasilkan gelembung terus-menerus , dan bersifat basa. Ø Larutan NaCl pada anoda adalah bersifat basa , larutan menghasilkan Cl 2 sehingga tidak mengalami perubahan warna , berbau seperti pemutih pakaian , menghasilkan gelembung tetapi tidak sebanyak di larutan NaCl pada katoda. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
LATIHAN SOAL REDOKS DAN ELEKTROKIMIA 1. Pada elektrolisis larutan magnesium sulfat dengan menggunakan electrode karbon, hasil di anode dan di katode berturut-turut adalah .... a. Mg dan H2 b. H2 dan H+ c. H+ dan H2 d. O2 dan Mg e. Mg dan H+ 2. Pada reaksi elektrolisis lelehan natrium bromida dengan menggunakan elekltroda karbon, reaksi yang terjadi di ruang katode, adalah .... a. 2H2O + 2e- → 2 OH- + H2 b. 2H2O → 4H+ + O2 + 4e- c. Na+ +e- → Na d. 2 Br- → Br2 + 2e- e. C + O2 → CO2 3. Satu Liter AgNO3 dielektrolisis dengan elek- trode Pt. Jika muatan listrik sebanyak 965 coloumb dialirkan maka pH larutan yang dihasilkan adalah .... a. 2 b. 4 c. 6 d. 8 e. 10 4. Ke dalam sel elektrolisis berisi larutan CrCl3 di alirkan arus listrik dengan kuat arus 193A selama 300 detik. Massa logam krom Ar Cr = 52 yang mengendap pada katode, adalah .... a. 20,8 g b. 15,6 g c. 10,4 g d. 5,2 g e. 2,6 g 5. Pada elektrolisis 400 mL larurtan CuSO4 0,01 M, untuk mengendapkan seluruh ion tembaga diperlukan arus listrik dengan muatan sebesar .... A 0,024 F B 0,008 F C 0,004 F D 0,003 F E 0,001 F 6. Pada elektrolisis larutan BaCl2 dengan elek- trode karbon dialirkan muatan listrik sebanyak 0,06 F. Volume gas yang dihasilkan jika diukur pada tekanan dan suhu dimana massa 1 liter gas O2 massanya 1,6 gram Ar O=16, adalah ... A1200 mL