VerticalGuidelines Sama halnya dengan horizontal guidelines anda hanya perlu klik mouse pada ruler yang terdapat di workspace CorelDRAW, Kemudian drag ke lembar kerja. Horizontal dan Vertical Anda juga bisa secara langsung membuat guidelines secara vertikal dan horizontal, cukup klik pada bagian pojok kiri atas, kemudian drag ke workpsace.
Materiini adalah materi kelas XII SMA Semester Ganjil.Meskipun CorelDraw saat ini sudah ada versi paling terbaru namun CorelDraw 12 masih tetap banyak digunakan para desainer.Berikut adalah interface CorelDraw 12.Filenya dalam bentuk SWF,jika jaringan anda tidak terlalu cepat harap sabar menunggu saat pertama di buka mungkin agak lambat,namun jangan khwatir itu cuma pada awal lodingnya
Untukmengatur jenis/ukuran halaman pada lembar kerja CorelDraw. Adapun pilihan untuk berbagai ukuran seperti dibawah ini: Pada bagian atas itu lebar halaman atau mungkin bisa disebut sumbu X, sedangkan bagian bawah itu panjang halaman atau mungkin bisa disebut sumbu Y. Untuk satuan default mm sesuai dengan pengaturan pada Drawing Units. 3
Artikelselengkapnya bisa dibaca pada sumber gambar. Worksheet (lembar kerja) jika kita membuka dokumen baru dan terlihat lembaran halaman bewarna putih itu adalah worksheet. Aplikasi RKAS Manual Format Excel 2020 Berkas Sekolah Lembar kerja dalam excell jawaban: Lembar kerja yang terdapat pada sheet disebut. Bisa juga dengan shift + f11 pada keyboard.
Sepertipepatah menyampaikan tak kenal maka tak akung, begitu pula lah ada baiknya kalau kita mengenali terlebih lampau tampilan lembar kerja corel draw sehingga kita benar-benar paham penerapannya. Secara umum, lembar kerja corel draw terdiri dari property bar, drawing area, hidangan bar, drawing page, ruler, tollbox, toolbar, dan page number.
Toolbox yang terdapat pada sebelah kiri pada lembar kerja CorelDraw, pada ToolBox itu sendiri sangat berperan penting dalam penggunakan untuk mendesign logo, baner, kartu nama, alat tulis dan masih banyak lagi. Berikut ini fungsi dari ToolBox.
CtrlI= Import, yaitu untuk mengimpor objek dari file lain ke dalam lembar kerja CorelDraw. Ctrl+J= membuka jendela OPTION. Ctrl+N= membuka dokumen baru CorelDraw. Ctrl+O= Open Drawing, yaitu untuk membuka dokumen corel draw yang sudah ada. Ctrl+P= Print, yaitu untuk mencetak hasil kerja CorelDraw
Petabagian-bagian CorelDRAW 1. Title Bar Title Bar adalah area yang menampilkan judul / nama file yang sedang di buka. 2. Menu Bar Menu Bar merupakan area yang berisi menu > dengan perintah-perintah yang dikelompokkan berdasarkan kategori yaitu : File, Edit, View, Layout, Arrange, Effects, Bitmaps, Text, Table, Tools, Windows dan Help. 3.
MenuBar atau disebut juga menu pull-down yang terdapat pada program aplikasi CorelDRAW X5, adalah menu dalam bentuk teks yang pada salah satu hurufnya ada garis bawah. Perhatikan Menu Bar dibawah ini Cara mengaktifkannya adalah dengan satu kali klik pada mouse atau keyboard. Berikut adalah menu pull-down dan fungsinya :
bA7n. Sebelum anda mengetahui lebih dalam apa itu aplikasi desain grafis CorelDraw, alangkah baiknya anda mengetahui bagian lembar kerja terlebih dahulu. Di dalam lembar kerja CorelDraw terdapat bagian-bagian seperti, Menu Bar, Property Bar, Drawing Page, Color Pallete dan lain sebagainya. Dan sekarang saya akan bahas tentang bagian-bagian yang ada di lembar kerja Title BarNama judul dokumen kerja yang digunakan untuk menampilkan nama File yang sedang dikerjakan. 2. Menu BarMenu bar merupakan kumpulan perintah-perintah yang sudah dikelompokan yang terletak di bagian atas antara Title Bar dan Toolbar Standar. Di Menu bar berisi perintah-perintah seperti File, Edit, View, Layout, Arrange, Effects, Bitmaps, Text, Table, Tools, Window, dan Help. 3. Toolbar StandarToolbar Standar Berisi perintah-perintah yang di gunakan untuk mempersingkat pekerjaan di CorelDraw. Toolbar ini terdiri dari New, Open, Save, Print, Cut, Copy, Paste, Undo, Redo, Import, Export, Application Launcher, Welcome screen, Zoom level, Snap to dan Options. 4. Property BarProperty bar merupakan fasilitas tambahan yang muncul setelah kita memilih salah satu alat di Toolbox. Property bar digunakan untuk mempermudah pemakaian alat di Toolbox yang kita pilih, dan terletak di antara Standar Toolbar dan Rulers. 5. RulersRulers adalah garis vertical dan horizontal yang digunakan untuk menentukan posisi dan ukuran objek di lembar kerja. 6. Drawing WindowMerupakan jendela lembar kerja yang digunakan untuk mengolah atau menggambar sebuah objek yang dibatasi oleh Scroll bar dan kontrol aplikasi. 7. Drawing PageMerupakan area menggambar dan juga tempat untuk menempatkan hasil akhir dari sebuah gambar yang akan di cetak. 8. ToolboxToolbox berisi macam-macam Tool yang digunakan untuk membuat objek, mengedit objek dan memodifikasi objek sesuai dengan kebutuhan. Beberapa Tool secara default terlihat pada Toolbox, untuk memunculkan Tool yang tersembunyi, kita harus mengklik panah kecil yang berada di pojok kanan bawah Tool yang terlihat. Dengan mengklik panah tersebut maka akan muncul Flyout yang berisi Tool yang tersembunyi. Flyout tersebut akan menampilkan sekumpulan Tool yang berkaitan dengan Tool yang kita klik. Jika ada panah kecil di pojok kanan bawah, itu menandakan adanya Flyout pada Tool tersebut. 9. DockersMerupakan fasilitas kotak dialog di CorelDraw yang berisi perintah-perintah yang sering digunakan dalam bentuk tetap, biasanya fasilitas kotak dialog Dockers terletak di sebelah kanan lembar kerja, dan untuk menampilkan fasilitas Docker, anda tinggal klik Menu Window dan pilih Docker, setelah itu pilihlah Docker yang akan anda gunakan dalam menggambar objek di lembar kerja. 10. Scroll BarScroll bar digunakan untuk menggulung layar secara vertical maupun horizontal. 11. NavigatorTombol Navigasi digunakan untuk melihat keseluruhan area gambar dengan ukuran kecil, yang berada di sebelah kanan bawah Drawing window, dan di antara Scroll bar vertical dan horizontal. 12. Color PalleteColor Pallete digunakan untuk memberikan warna pada objek gambar maupun text dengan pilihan warna yang beragam, yang terletak di bagian kanan halaman utama, yang membentuk secara vertical. Untuk memberikan warna pada sebuah objek, anda tinggal mengklik saja warna yang anda sukai. 13. Page NumberBerisi informasi halaman CorelDraw yang berada di bagian bawah lembar kerja. 14. Status BarDigunakan untuk meletakan berbagai infomasi pada baris status yang terletak di bagian paling bawah halaman utama. Informasi tersebut berkenaan dengan objek gambar atau text atau juga alat proses yang terpilih.
Teman-teman ingin belajar Coreldraw? tentunya untuk belajar menggunakan Coreldraw, maka langkah pertama harus dilakukan yaitu mengenalnya lebih "Tak Kenal Maka Tak Sayang"Cocok kali ya pembahasan kali ini dengan qoute diatas. Kembali ke topik, langkah pertama menggunakan Coreldraw itu mengenal area kerja Coreldraw yang nantinya akan selalu dijumpai ketika membuat sebuah desain di Coreldraw. Area kerja di coreldraw pada setiap series sama pada dasarnya hanya ada sebuah fitur tambahan yang memang hanya ada di versi diatasnya disetiap Kerja Coreldraw - SourceKiedayatLangkah Pertama, buka aplikasi versi berapa pun seperti yang dikatakan diatas setiap versi, seyogya nya sama saja basic menu File - kemudian klik NewSetelah itu akan muncul halaman kerja coreldraw seperti gambar juga Membuat File Kerja Baru di CoreldrawArea Kerja CoreldrawTitle Bar 1Title bar merupakan sebuah area yang berisi informasi dari nama aplikasi dan nama file design yang terbuka dan sedang dikerjakan oleh teman-teman, dan juga disamping kanan ada tiga menu, yaitu Minimaze Button, Maximize/Restore Down Button, Close yang terlihat pada gambar diatas, semua file baru akan bertuliskan "Untitled", namun akan berubah ketika teman-teman sudah menyimpan file/dokumentnya sesuai dengan yang Bar 2Menu bar berisi sejumlah perintah menu-menu pengaturan utama yang didalamnya terdiri dari beberapa sub menu. Mulai dari menu File s/d Help, semuanya memiliki sub menu nya "Bila teman-teman ingin membuat, menyimpan, dan meng-ekspor dokument maka perintah tersebut dapat ditemukan di Menu File pada Status Bar".Sub Menu File di Coreldraw - Source KiedayatStandart Tool Bar 3Standart Tool Bar berisi seperti quick item, yang berupa icon dan berisi perintah perintah yang dapat mempersingkat serta mempermudah pekerjaan dalam pembuatan design. seperti menyimpan, membuka bahkan mencetak pun bisa, hanya dengan 1 klik pada icon yg dituju, maka perintah tersebut dapat Bar 4Property bar menurut saya area tool yang unik, karena isi dari property bar ini dinamis, maksudnya selalu berubah-ubah sesuai dengan penggunaan tool yang dipilih pada Tool ketika tampilan awal akan seperti ini Property Bar Statis di Coreldraw - Source KiedayatNamun ketika digunakan salah satu tool yang ada di tool box dan tool nya aktif. contoh seperti penggunaan kotak/Retangle, maka akan seperti ini Property Bar Dinamis di Coreldraw - Source KiedayatTab Dokument 5Tab Dokument merupakan fitur yang dapat digunakan untuk beralih ke lembar kerja corel yang lain dan memudahkan sebuah pekerjaan design karena dengan adanya fitur ini maka pengguna tidak di harus me-muat ulang software Coreldraw. Tool Box 6Tool Box berisi dengan perintah-perintah yang berfungsi untuk mengolah, mengedit dan membuat objek yang diinginkan shape, gradient, fill, bahkan terlihat dalam barisan tool box itu adalah default, namun didalamnya ada sebuah flyout dari tool yang tersembunyi. untuk mengetahui ada flyout toolnya atau tidak, bisa diketahui dengan segitiga kecil di setiap 7Rules merupakan sebuah pembatas ukuran yang membentang horizontal dan vertikal yang bisa digunakan juga sebagai margin design dan bisa membantu membuat design yang presisi. contohnya seperti design Area 8Printable Area itu sebuah area cetak dengan berbagai ukuran untuk sebuah design. dalam pembuatan design tetap bisa dilakukan walaupun diluar area print,namun ketika hendak diprint harus didalam print area. jika tidak, maka design akan Document 9Navigator Document itu berfungsi untuk mengontrol dokument, dan digunakan untuk berpindah halaman, ataupun bisa menambah Pallette 10Document Pallette berisi sebuah kumpulan warna/color pallete yang aktif dari sebuah design yang sedang dikerjakan. Status Bar 11Status bar menampilkan informasi-informasi dari apa saja yang dilakukan di dalam artboard, termasuk moving cursor, kordinat dari pergerakannya akan terlampir di status bar. tidak hanya itu bahkan warna yang aktif, baik fill dan stroke akan terlampir di and Stroke Setting 12Ini merupakan sebuah indicator sekaligus menu untuk mengcustomize setting dari fill dan stroke yang hendak diterpkan pada sebuah design. Fill dan stroke yang aktif akan terlampir pada pada settingan ini dan di bagian ini teman-teman bisa mengatur settingan fill dan stroke cukup 13Navigator itu berfungsi sebagai navigasi dengan ukuran kecil, layaknya sebuah thumbnail, bisa digunakan untuk memonitoring, memperbesar, memperkecil dan bisa sangat membantu melacak area kerja ketika sedang full Palette 14Color Palette adalah sebuah area sample warna untuk digunakan pada objek gambar maupun tulisan, pada area ini bisa terisi sample warna RGB maupun CMYK tergantung kebutuhan. apa yang tertampil itu hanya default saja, teman-teman bisa mengatunya. Pemilihan sebuah warna di Coreldraw tidak hanya Color on Screen saja yang di pojok kiri lembar kerja ingin yang lebih lengkap lagi, bisa menggunakan warna pada Color Dialog Box, tapi memang yang paling cepat dan ringkas adalah Color on Windows 15Docker ini merupakan sebuah quick menu yang bisa di costumize untuk mempermudah dan mempersingkat "Ketika hendak menuliskan Teks, teman-teman bisa menggunakan quick menu 'teks properties' yang ada di docker ini untuk mengolahnya tanpa harus masuk-masuk kedalam menu".Seperti ini Kenampakannya Docker Windows di Coreldraw - Source KiedayatDrawing Windows 16Drawing Page/Drawing Windows ini tempat untuk mengolah, mengedit, memodifikasi design. ini area kerja nya, bisa digunakan untuk membuat design skala besar dengan penggunaan Zoom In & Zoom Out. ""selama teman-teman masih senang mendesign dan drawing page nya masih kosong, terus saja buat design di artboard itu sampe penuh paling "CRASH"....Uppss...""''ごめなさい Go Me Nasai"Aku merekomendasikan untuk membuat file baru lagi bila memang karya design banyak ataupun terlalu 17Slider ini berfungsi untuk moving area kerja. slider ini terbagi horizontal dan vertikal. Penggunaanya hanya klik dan seret saja. ini bisa membantu teman-teman untuk mencari objek bila dalam kondisi teman-teman semoga bisa menambah pengetahuan dan pembahasan ini membantu kalian yang sedang belajar Coreldraw. Semangat terus."Jangan Berhenti Belajar, Umur Bukan Alasan untuk Bermalas-Malasan" Terima Kasih.
120900 AM Postingan kali ini, TutorialDuaEnam akan berbagi cara membuat dan mengatur lembar kerja CorelDraw. Tulisan ini sangat cocok untuk pemula dalam mengoprasikan CorelDraw karena semua akan dijelaskan sejelas-jelasnya agar mudah dipahami hehe D. Untuk tampilan di bawah penulis menggunakan CorelDraw X7, tapi tidak perlu khawatir jika teman-teman menggunakan versi yang berbeda karena pada dasarnya setiap versi hanya terdapat sedikit perbedaan. Oke, silahkan simak uraian berikut Cara Membuat dan Mengatur Lembar Kerja CorelDraw Buka aplikasi CorelDraw, beberapa saat kemudian akan muncul loading page seperti di bawah ini Setelah itu, muncul tampilan welcome screen CorelDraw perhatikan gambar pertama/paling atas. Untuk membuat lembar kerja, dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu New Document dengan meng-klik New Document -> Create New Document -> klik Ok untuk menampilkan dokumen baru atau lembar kerja baru. Penjelasan untuk kotak dialog Create New Document berada di bagian bawah. New Form Templete Dengan mengklik New Form Templete maka akan muncul pelbagai templete CorelDraw. Templete tersebut dapat diakses secara gratis jika telah melakukan registrasi akun CorelDraw. File-> New atau File-> New From Templete setelah diklik maka juga akan muncul kotak dialog Create New Document. Mengklik tanda + pada keyboard yang terletak disamping tulisan Welcome Screen membuat lembar kerja dengan cara ini juga sangat cepat. CTRL+N dengan menekan tombol kombinasi CTRL + N maka selanjutnya akan muncul kotak dialog Create New Document. Setelah teman-teman memilih salah satu cara diatas langkah selanjutnya yaitu mengatur lembar kerja sesuai kebutuhan. Sebenarnya lembar kerja dapat diatur belakangan, tetapi alangkah baiknya melakukan pengaturan lembar kerja diawal. Berikut ini tampilan kotak dialog Create New Document. Name ini adalah kolom untuk menamai apa yang akan kita kerjakan, misalnya kita membuat desain kartu nama maka sebaiknya kita isi Name dengan Desain Kartu Nama. Tetapi kalo tidak mau ribet teman-teman cukup menggunakan nama "Untitled-1" karena name dapat diubah kemudian. Preset Destination menentukan daftar tujuan pengaturan lembar kerja untuk dokumen yang kita buat, misalnya Web, CMYK, atau RGB Size berisikan ukuran-ukuran yang sudah berstandar internasional, misalnya A4, A3, Letter, dan lain-lain. Hampir semua jenis ukuran kertas dapat dipilih disini Width dan Height kita dapat menentukan sendiri ukuran lembar kerja yang kita inginkan dengan mengisi Width lebar dan Height tinggi sesuai kebutuhan kita Number of Page disini kita dapat menentukan berapa page atau halaman yang kita buat dalam satu dokumen. Primary Color Mode untuk menentukan mode warna utama untuk dokumen kita. Mode warna yang kita pilih akan mempengaruhi bagaimana warna dicampur bersama-sama dalam efek seperti blends dan transparencies. Rendering Resolution menentukan render resolusi yang menggunakan satuan dpi Dot Per Inch. Semakin besar resolusi, maka semakin detail hasil gambar yang akan dibuat dan semakin besar juga ukuran file gambar. Begitu juga sebaliknya. Preview Mode untuk memilih model tampilan layar kerja kanvas kita saat mendesain. Layout terdapat dua pilihan orientasi lembar kerja yaitu Potrait dan Landscape. Ini merupakan satuan ukuran yang digunakan untuk menentukan ukuran lembar kerja yang akan kita buat, misalnya dalam sentimeter, meter, pixel, dan lain-lain. Add Preset dan Remove Preset kita dapat menyimpan pengaturan lembar kerja yang sering digunakan dengan fasilitas Add Preset. Sedangkan untuk menghapus preset yang telah disimpan, cukup dengan mengklik remove preset Setelah selesai mengatur lembar kerja cukup mengklik OK untuk melihat lembar kerja yang telah kita atur dan siap untuk mulai bekerja. Sekian untuk postingan kali ini, semoga bermanfaat bagi teman-teman dan jangan lupa berbagi pengetahuan.