Tapipaling tidak cerita di-atas bisa jadi gambaran tentang betapa pentingnya teknologi internet saat ini ID - Tak seperti pada pekan-pekan sebelumnya, Program Belajar dari Rumah (BDR) untuk pekan ke-7 di TVRI masih belum dirilis Dari improvisasi ini guru menjadi guru kreatif dan inovatif, sehingga peserta didik semangat belajar dan Cerpenmerupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluk nya lewat tulisan pendek dan singkat. 18. Bacalah teks berikut! Hari ini aku bangun pagi terlambat. Ku lihat jam telah menunjukan pukul 7. Tanpa pikir panjang aku langsung berganti pakaian dan langsung menuju sekolahku. Sayasuka sekolah saya bersih karena menjadi nyaman dan fokus pada pembelajaran. Berbeda dari jenis jenis prosa lain seperti roman hikayat dan novel cerpen ditulis dengan kurang dari 10000 kata. Cerpen Singkat Tentang Kebersihan Sekolah Gambaran Berikut ini merupakan contoh dari cerpen tentang sekolahku lingkungan sekolahku aku bersekolah di smpn surabaya yang merupakan sekolah paling Singkatceritanya,,, "boleh kakek meminta jaketmu nak? Dan akhirnya gadis kecil itu melepaskan jaket yang dia pakai,,, dia memberikan jaket kepada si kakek yang merasa kedinginan. Cerpen tentang sekolahku pada umumnya cerita pada cerpen bisa memberikan kisah dominan dan berkonsentrasi pada permasalahan satu tokoh. Contoh cerpen anak Dalamdunia pendidikan pastinya akan mengenal namanya cerpen atau cerita pendek. Cerpen adalah serangkaian cerita yang didalamnya menceritakan kisah fiktif, jenaka (lucu), persahabatan, dan cinta. Unsur - unsur cerpen juga dapat kita analisis kembali agar kita bisa mengetahui terlebih dahulu struktur apa yang terkandung dalam contoh cerpen ini. Jadi di sinilah aku sekarang, duduk di halte dekat sekolahku sendirian. Tidak, sepertinya aku tidak lagi sendirian. Dia di sana. Sedang menyeberangi jalan, berjalan ke arahku. "Hai, Risha." Hanya dua kata, tapi mampu membuatku kehilangan seluruh keberanianku. "Hai, Farel" Aku seperti tak percaya dia ada dihadapanku. Cerpenpendidikan ini untuk mengajarkan supaya tidak berbuat jahat dengan orang lain sebab hanya akan merugikan untuk diri sendiri saja. Gotong Royong Kos Idjo Aku, teman-teman dan juga seluruh penghuni Kos Idjo telah berkumpul di depan mushola, untuk mereka merumuskan konsep gotong royong di besok sore. ThisPaper. A short summary of this paper. 20 Full PDFs related to this paper. Read Paper. Hujan dan Mata Pelangi Mata pelangi itu tak lagi tersenyum. Tatapannya menusuk ke ulu hatiku. Bahkan kali ini, menohok sampai ke jantungku. Aku menunduk. Padahal, aku sempat melihat rembulan hadir menghiasi kerinduannya padaku. ContohCerita Pendek Singkat tentang Persahabatan Gadis Populer di Sekolahku Nama gadis itu adalah Fiona, dia cantik, pintar, kaya, banyak disukai oleh laki-laki maupun wanita di sekelilingnya. Dia memiliki banyak teman, dia tak pernah sendirian, hidupnya tidak pernah sepi. Sangat berkebalikan dengan diriku yang punya teman saja tidak. Mengenaialasan saya mendaftar di Reddit adalah banyaknya informasi yang bisa saya temukan di situs ini dan banyak juga member yang aktif dengan pembahasan yang sangat menarik. Demikian perkenalan singkat mengenai saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman, apabila ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan bertanya melalui kolom komentar mAZTv. - Puisi merupakan karya sastra yang indah. Membuat puisi sebenarnya tidak sulit, tetapi membutuhkan kreativitas, rasa dan penjiwaan saat membuatnya. Pengetahuan tentang diksi menjadi nilai lebih bagi pembuat kalian yang masih belajar, cobalah membuat puisi dengan tema-tema yang ringan, misalnya puisi tentang sekolah. Kalau masih bingung, kalian bisa lihat dulu beberapa contoh puisi di bawah Puisi tentang Sekolah dan Pendidikan Yang KreatifBerikut ini ada 25 contoh puisi yang dilansir dari beberapa sumber. Yang pertama ini ada 11 puisi yang merupakan karya siswa Kelas 7 SMP Gracia Bandung dalam 1. Sekolah Tempat Aku Mencari IlmuPuisi ini karya murid bernama Agnes. Melalui puisi ini, dia ingin menyampaikan terima kasih kepada guru dan pihak sekolah yang telah memberikan ilmu kaulah tempat perjuangankuTempatku menuntut ilmuTempat guru-guru membimbingkuKau yang membuatkuUntuk meraih cita-citakuKau yang membuatkuMengerti banyak pelajaranMembuatku bangga akan dirikuDimataku kau segalayaTerimakasih sekolahku2. SekolahkuPuisi ini adalah karya murid bernama Angelica. Puisi tersebut menggambarkan suasana sekolah tempatnya mencari embun pagiMenyegarkan tanaman yang ada diHalaman sekolahkuSekolahku..........Membangkitkan semangat belajarkuTerdengar suara nyaringYang sedang mengajarSekolahTempat untuk mencari ilmuYang tak pernah kulupakanUntuk selama-lamanya3. Sekolah Keluargaku KeduaPuisi ini karya Caroline. Dia menggambarkan kehidupan di sekolahnya yang seperti rumah dan keluarga kedua tempat ku untuk belajarKau tempat ku untuk mendapat ilmuKau tempat ku untuk dapat belaian kasihKau tempat ku untuk mendapat pengetahuanSekolah kuKau keluarga ku keduaTempat kebahagiaanTempat kasih sayang dan tempat cinta4. SekolahPuisi ini dibuat oleh Christoper. Dia menggambarkan sekolah sebagai rumah kedua, di mana dia bahagia berada di rumah keduakuTempatku menuntun ilmuKubelajar dengan penuh kebahagiaanBersosialisasi dengan teman sekawanSekolahku rumah keduakuSelalu ada ceritaDibalik semua kegiaatanAku cinta sekolahku5. SekolahPuisi tersebut adalah karya dari Cindy C. Melalui puisi ini, dia menggambarkan bahwa sekolah juga mengajarkan ilmu tentang dimana aku mencari ilmuTempat tinggal kedua-ku setelah rumahTempat dimana aku diajarkanTentang berbagai macam kehidupanSetelah aku berada disekolahSemua masalah yang ada dirumahAkan hilang disekolahSekolah membuat-ku nyamanSekolah mempertemukan akuKepada keluarga kedua-kuGuruku sebagai orangtuakuTeman sebagai saudara-kuSekolah selalu membuat-ku tersenyumSekolah adalah tempat paling ku sukaiSekolah membuat-ku menjadiOrang yang selalu bahagiaDan orang yang tak pernahMerasa kesepianDisekolah aku selalu merasa senangDisekolah aku selalu merasa tenangDisekolah aku tidak pernah merasa bosanSekolah-ku adalah rumah-ku6. IstirahatPuisi karya Dea Y ini mengambil latar dan waktu di sekolah saat jam istirahat. Saat itu seluruh siswa bergembira sejenak setelah jam pertama masuk gerbang, kulihat sejuta harapanPohon melambai-lambai seakan memanggilkuAngin pun bertiup seakan-akan menyambutkuLuasnya lapangan terbentangDisertai dengan larian kian- kemariBilamana bel istirahat tibaTidak ada satupun tangan yang termangu ke daguSemuanya sangat gembiraSuara ramai dan tawa terdengar riangDan disertai dengan pohon rindang, angin bertiupMembuat sejuknya hati7. Rumah KeduakuPuisi ini karya Evelyn. Dia selalu merasa rindu dengan sekolahnya yang juga merupakan rumah kedua adalah seperti rumahkuSekolah seperti rumah kedua bagikuAku selalu merindukan sekolahkuAku selalu menyayangi sekolahkuAku rindu saat saatku saat sekolahSekolah adalah keluarga keduakuAku menyayangi dan merindukan sekolahSekolah selalu aku aku sayangiSekolah selalu aku cintaiAku selalu rindu waktu aku sekolah8. KesusahankuPuisi karya Okta V ini menggambarkan pengalaman pertamanya datang ke SMP Gracia. Dia sempat merasa deg-degan, namun dia bersyukur mendapatkan banyak teman memulai sekolahAku berjalan selangkah demi selangkahDan mulai mendekati sekolah itu yaitu Graciah atauGraciaDan aku pun deg deganDan aku pun mau memasuki sekolahAku langsung masuk ke kelas 7Dan pelajaran pun sudah mulai dan aku terlambatAku melihat guru sedang mengajarDan aku melihat pelajaran yaitu pelajaran bahasa inggrisDan aku butuh termenungDan banyak teman ingin berkenalanDan aku bersyukur kepada TuhanKarena banyak teman baik9. SekolahKarya berikutnya adalah puisi buatan Sandy. Dia menceritakan gedung-gedung sekolahnya yang menjadi saksi para siswa mencari menuntut ilmu gedung-gedung sekolah itu menjadi saksiRumah persinggahan tempat anak bangsa untuk menempa diriSuasana kental akan suatu bekal pendidikanAkan berdiri mencetak generasi mencerdasEngkau begitu hebat meneduhkan harapan masa depanSemangat dalam mengentaskan semua tentang dan bentukSegala hal bernaung atas atap-atap indah berilmu hingga manusia mampuMengalir prestasi dalam sebuah prasasti10. SekolahPuisi karya Steven ini menceritakan SMP-nya yang indah. Dia juga ingin menunjukkan rasa terima kasih kepada guru yang telah Gracia sekolah yang terindahSekolah yang penuh kasih sayangSekolah yang terbaikGuruku guruku yang terbaikSetiap ajaranmu yang terbaikAjarmu selalu membuahkah hasil yang cukup bagi kamiKasihmu yang berarti untukkuSetiap sekolahInilah sekolah yang terbaikSekolah yang blueTerima kasih guruku11. Guru dan SekolahPuisi ini adalah karya Zefanya. Baginya, sekolah adalah tempat bertemu sahabat dan guru-guru yang membuatnya optimistis melalui tempatku bertemu teman dan sahabatEngkau telah menerimakuKu yakin dan percaya semua bisa dilaluiOlahan olahan jajanan yang sehatLakukan yang bermanfaatAku muridmu guru aku mau jadi muridmuHadiah terindah adalah saatku bisa bertemu guruKu doakan guru ku persembahkan guruUntuk mu guru yang terbaikTerbaik ku doakan dan persembahkan12. Rumah KeduakuPuisi berikutnya dilansir dari Puisi berjudul Rumah Keduaku adalah karya Nayla Soni Putri, siswa X MIPA 1 dari SMAN 22 Jakarta. Dia mengajak seluruh siswa menjaga kebersihan sekolah yang merupakan rumah kedua yang mengindahkan pandanganDengan lembutnya semilir anginDengan cerahnya cuacaDi sinilah rumah keduakuBersih, indah dilihatKita jaga sekolah iniAgar selalu kita abadikan keindahannyaSekolah bersih nyaman belajarnyaLebih baik mencegahDari pada mengobatiMaka kita patuhilah protokol iniAgar semua amanDi kelas yang bersih dan rapiAda kenyamanan yang kita rasakanKedamaian saat belajarDi situ menatap masa selanjutnya adalah sejumlah puisi yang dilansir dari buku Sekolahku Istanaku Kumpulan Puisi Siswa SMPN 4 Surabaya 2017 terbitan Kanzun Books13. Sekolahku IstanakuPuisi ini adalah buatan Vika Amalia Dalam puisi ini, dia ingin mengungkapkan bahwa sekolah adalah istana yang membuatnya .....Bagai istanakuJuga rumah kedua bagikuBanyak pengalaman yang terjadi disanaSekolahku .....Tempat paling berkesan bagikuKarenanya banyak ilmu kudapat .....Sekolahku .....Aku takkan melupakanmuKarena sekolahku adalah istanaku .....14. Di Sekolah Kudapat IstanaKarya selanjutnya dari Aisha Zefanya. Menurutnya, dari sekolah kita dapat menggapai cita-cita yang digambarkan dengan ini ..... pada waktu iniKu berdiri tuk melangkahkan kakiMelangkahkan kaki untuk berlariMenggapai ilmu setinggi yang dicariDitempat ini .....Sekolah iniYang selalu kudapati15. Sekolahku Jadi IstanakuPuisi ini karya Nur Triwulan Sari. Baginya, banyak kisah yang terjadi di sekolah. Sekolah sudah menjadi rumah kedua, bahkan seperti istana Istanaku ....Tempatku mencari ilmuBanyak kisah dan peristiwa terjadi disiniRumah kedua setelah rumahku sendiriDisini..... di tempat iniSekolahku Istanaku .....Aku belajar banyak hal, untukku sendiriDisini ada orang yang membimbingkuYang tadinya aku tidak tahu jadi tahuKarenanya guruku .....Aku mulai nyaman disiniKarna disini aku juga mendapatkan temanDan sahabat buat bercanda, tawa, sedih16. Sekolahku Laksana IstanakuPuisi ini karya dari Anisah Qurratul Aini. Sekolah yang juga istana baginya merupakan tempat para guru mencurahkan berbagai ilmu kepada ..... IstanakuKau terdiri dari Guru dan siswaGurunya mempunyai jiwa yang besarGurunya telah membagikan ilmu pada siswa - siswinyaSekolahku ..... istanakuKau bagaikan rumahku sendiriKarena kau juga melindungi kami dari sinar matahari dan hujanSekolahku ..... istanakuKau juga memiliki teman yang banyak17. Beragam Sekolahku IstanakuKarya dari Cindi Afrilia ini menceritakan perjuangannya belajar selama dua tahun. Tak hanya seperti rumah, sekolah sudah menjadi istana ....Sudah dua tahun saya belajar disiniDengan perjuangan saya bisa belajar disiniSekolah indah seperti sebuah istanaSekolahku .....Terdapat banyak keragaman di dalammuSeperti ragam agama, suku, dan budayaTetap berdirilah sekolahku .... istanaku .....18. Sekolahku Rumah Ke-2 KuPuisi berikutnya karya dari Adhitya Vebri P. Dia menceritakan sekolah tak hanya tempat belajar materi mata pelajaran, namun juga belajar kekompakan dengan .....Hanya di sekolah aku bertemu dengan saudara ke - 2 kuHanya di sekolah tempatku menimba ilmu agar pandaiHanya di sekolah aku bertemu dengan orang - orangyang menuntunku dalam menimba ilmu, yaitu guruMerekalah yang sabar menuntunku meski ku tak tahuHanya di sekolah aku bisa merasakan kebersamaan, kekompakan,suka dan dukaSekolahku .....Setiap hari aku melangkah menuju sekolahDengan iringan doa yang ikhlas disetiap langkahBersungguh - sungguh saat sudah disanaUntuk sukses dimasa depanDemi berguna bagi Nusa dan bangsaSekolahku .....Kini Saatnya aku pergiUntuk menempuh jenjang yang lebih tinggiDengan bekal ilmu yang ku peroleh selama di sekolah iniAkan ku ingat sampai nantiTerima kasih sekolahkuJayalah selalu19. Istimewa IstanakuPuisi ini dibuat oleh Sefira Laili Putri E. Dia menggambarkan betapa istimewanya sekolah baginya. Tanpa sekolah, dia tak bisa menggapai adalah istana kedua bagikuKarena sekolah adalah tempat menuntut ilmuTanpa sekolah aku tak tahu apa arti menuntut ilmuTanpa sekolah juga aku takkan bisa mengejar cita-citakuSekolahku adalah tempat teristimewaSekolahku adalah tempat pertemuanku dengan bapak ibu guruSekolahku adalah tempat aku mengenal sahabat-sahabatDan tanpa sekolah aku takkan menjadi apa-apa20. Definisi SekolahKarya puisi ini dibuat Nabillah Adwitya Sakant. Dia menggambarkan sekolah layaknya matahari yang menyinari dimana aku belajarDari pagi hingga petangBerdiri kokoh nan tenangMembuat semua orang merasa nyamanBagai matahari yang menyinari bumiKau sungguh berarti di hidup iniBagai air yang menghilangkan dahaga Kehadiranmu sangatlah berhargaOh sekolahku .....Aku sudah tak bisa lagi menggambarkanmu dengan kata - kataKarena jujur, dimata ini kau amat sangat sempurna21. Tempat Penentu Masa DepankuPuisi ini karya dari Nandria Dilla Resita. Sekolah baginya adalah penentu masa depan. Dia pun rela belajar di sekolah setiap hari untuk adalah .....Tempat yang selalu aku datangiTempat yang selalu membuatku senangDan tempat yang terkadang membuatku sedihKarena kau adalah tempat untuk mengetahui kemampuanku yangbelum tercapaiSekolahku .....Aku rela pergi pagi dan pulang sore demi untuk menimba ilmukepadamuAku rela lelah untuk masa depankuOh sekolahku .....Kau seperti tempat penghubung antara aku dan teman - temankuKau juga seperti rumah keduakuOh sekolahku .....Tolonglah aku .....Tampung aku agar aku bisa belajar dengan guru - guruYang juga Mendukungku untuk sukses di masa depanOh sekolahku .....Bagiku kau adalah tempat penentu masa depankuDan kau adalah istanaku untuk menuju kesuksesan22. Berkibarlah SekolahkuKarya puisi ini ditulis oleh Nailatus Shofia. Melalui puisi ini, dia ingin nama sekolahnya terus .....Tempat aku berusaha mencari ilmuTempat aku dibimbing oleh bapak dan ibu guruSekolahku adalah istanakuBerjam-jam aku berada di sekolahBerjam-jam aku bertemu dengan teman -temanDi sekolah aku menjadi tahu arti keluarga sesama temanDi sekolah aku mengerti arti rasa senang dan duka bersama-samaSekolahku semoga namamu terus berjaya dan berkibarKami akan berusaha mengukir prestasi untuk almamater kamiSukses dan jayalah selalu sekolahku SMPN 4 Surabaya23. Rahasia SekolahkuPuisi buatan Izaz Zamzam E ini menggambarkan pentingnya bersekolah untuk membuka segala rahasia. Melalui ilmu yang diajarkan guru, siswa bisa melakukan banyak adalah istanaku .....Kau tempatku untuk membuka rahasia duniaKau membuatku mengetahui segala hurufKau membuatku juga agar bisa membacaKau diciptakan untuk mengharumkan kamiOh sekolahku ....Disetiap pagi, kicauan burung selalu bersautanBersautan menyambutmu, istanakuKau rumah kedua untukkuTerima kasih Sekolahku24. Sekolah KamiPuisi ini adalah karya Prameswara Dwi K. Dia berharap sekolahnya bisa menelurkan generasi terbaik mencintai sekolah kamiSekolah yang berisikan generasi terbaik bangsaTempatku mencurahkan mimpi dan keinginanMenjadikan buah-buah kesuksesanGuru-guru nan baik dan sopanYa itulah sekolah kamiSekolah yang menjadi penentu hidupDan kesuksesan kami25. Kutimba di SekolahkuPuisi terakhir adalah karya Melani Ellizabeth. Sekolah baginya adalah tempat menimba ilmu hingga meraih sekolahku .....Kau bagaikan istana rumahkuTempat aku menimba ilmuDan juga tempat aku mencari kejuaraanSekolahku .....Sudah 2 tahun aku bersamamuBerbagai kenangan yang telah ku lewati bersamamuDan tak akan kulupakan kenangan ituAku ingin sekolahku menjadi tempat pertamakuMencapai keinginan yang aku impikanDan juga untuk mengejar cita-cita yang .....Kupendam selama iniSekolahkuTerima kasih kau telah menjadikanku sebagai....Murid yang pandai dan berprestasiDan terima kasih juga kepada guru - guru .....Yang selalu membimbing dan mengajariku. Simak Video "Pesona Wisata Sumenep Pantai, Sejarah, dan Tradisi" [GambasVideo 20detik] bai/row Kisah anak sekolahan memang banyak mendulang rindu. Yang paling terang dari semua itu adalah kisah cinta, perhatian, dan begitu?Alasannya sederhana, yaitu mereka yang masih remaja sedang butuh perhatian baik dari teman, sahabat, hingga tidak mendapat banyak perhatian, anak sekolah kadang kebablasan dalam kegalauan. Ya, bukan hal yang mudah untuk berjuang secara mandiri di tengah Maka dari itulah, di sini bakal menghadirkan cerpen anak sekolahan singkat tentang persahabatan dan pentingnya kasih disimak saja, yaTengah Malam. Foto Diolah dari PixabayCerpen 1 Kisah di Tengah MalamAlaya Diandra Faregazh, itu namaku. Duduk di bangku 11 SMA dan menjadi siswi populer adalah kehebatanku. Haha, aku suka hal ini. Namun, menjadi anggota OSIS sekaligus ketua club musik adalah kedua hal yang sedikit malam ini, sudah larut begini masih saja aku harus mengurus tumpukan-tumpukan formulir. Hufthh, tapi balik lagi ke titik awal, aku gadis yang suka lagi, aku merasa ada hal beda hari ini. Sebelum pergi sekolah, aku mendapatkan gulungan kertas di nafasku. Isinya "Lakukan dengan baik atau kau akan mati," Aku hanya tertawa membacanya, lelucon yang aku pergi ke sekolah, semua baik-baik saja. Hanya perasaanku saja yang sedikit tidak meyakinkan. Kusingkirkan perasaan itu, kuabaikan. Sungguh bodoh orang yang menerorku, aku tak takut. Malah aku yang ditakuti, hanya sampai jam 2, namun karena hal itu aku harus bekerja hingga malam seperti ini. Wajar! Karena aku seorang sekretaris umum OSIS di sekolah. Sungguh dari awal aku membenci pekerjaan aku lelah sekali, malam sudah sangat larut. Terlihat di jam tangan, sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Ah aku lelah, aku akan pulang. Ini bisa kulanjutkan esok harus tahu, aku sendirian di sini, tidak ada yang menemani. Haha, nasib jomlo ya gini. Malam-malam aku sendirii ~ Tanpa cintamu lagiii ~ Haha kenapa malah nyanyi, beranjak dari ruang OSIS, tak ada rasa takut, bukan? Biasanya memang seperti ini, sudah tak ada lagi rasa takut, haha. Sampai di depan rumah, ada tempelan di pintu rumah.“Lihat di kolong kasur, celah lemari, celah-celah kosong, tapi jangan lihat ke atas, hihi. Ingat jangan lihat ke atas, jika kamu bawel nanti kamu akan menyesal!”Orang iseng! Apa-apaan mengirim seperti ini. Ternyata sudah jam 12 tepat, sekarang aku sudah di tangga menuju pintu kamarku. Lelah sekali rasanya, mana tinggal sendiri di karena, mau gimana, keluargaku semuanya ada di Bandung. Aku di jogja singgah untuk belajar. Kulayangkan tanganku, membuka pintu lelah juga. Tidak mandi tidak apa. Tujuanku hanya kasur sekarang. Hadeh, melelahkan! Tapi, saat melangkah ke kamar kuteringat notes di pintu depan tidak ingin mengecek, namun tiba-tiba rasa penasaran muncul. Kulakukan semua perintah dari notes kecuali larangan musicbox, dan terputar lagi downpour. Ah, lagu yang menenangkan. Kulihat ke langit langit kamar, tidak ada apa-apa. Entahlah, aku penasaran makanya lihat ke kubaringkan tubuh di kasur dan memejamkan mata, lagu musicbox-ku terganti menjadi lagu... Ah, aku benci lagu ini. Hide and Seek. Kubuka mata, dan terlihat seorang wanita menari dengan cantik. Ah aku mulai menoleh, ada wajah yang sangat menyeramkan. Entahlah, aku takut! Aku teriak , dan tidak ada lagi yang bisa kukatakan. Semua menjadi gelap, tubuhku lemas tak berdaya."Selamat tinggal, Ayah, Ibu. Maafkan Alaya yang menjadi anak bodoh dan sangat buruk hanya untuk sebuah kepopuleran!"Karya Khairia NurlitaCerpen 2 Seruni EmasSeorang pemuda kecil sedang berkutat bersama kertas dan pena di tengah taman indah. Dengan nyaman duduk berselanjar , menatap matahari indah yang sedikit tertutup pohon apel merah. Tak ditemani siapa-siapa. Sendirian, Hmm, iya, hanya sendirian. Lama di ada seirang wanita cantik dengan gaun emas berpita merah dengan anggunnya melangkah menghampiri. Murah senyum, dan lembut berbicara. Pribadi yang baik, sungguh!"Hai Tuan, boleh aku duduk di sini? Ah, jika tidak tak apa." Senyuman manis dan hangat dari perempuan itu. Pria yang duduk di sana menoleh hingga akhirnya menatap pemandangan di depan kembali."Tentu, Nona, silakan. Ini tempat umum, tak ada yang bisa melarangmu." Lelaki itu menjawab masih dengan mata menatap indahnya matahari."Ah, B-Bukan begitu. Saya hanya tidak ingin anda risih, Tuan," sungguh tidak enak perasaan gadis jelita itu sekarang."Ganan , saya ganan," Wanita itu terkejut saat pria itu mengenalkan diri."Saya Alva, Tuan" Wanita itu langsung menduduki diri di sebelah Ganan."Hm, apa saya boleh bertanya, Tuan?" Ganan melirik sekilas."Tentu, Nona, silakan." Senyum sumrigah wanita itu."Apa Tuan suka taman juga?" Ganan terkekeh."Tidak, saya tidak terlalu menyukainya, Saya hanya sedang mencari ketenangan dan ide untuk karya karya saya," Jawaban ganan membuat Alva tercengang."Wah, Anda hebat, haha," Wanita berpita emas itu membulatkan matanya yang bersinar."Tidak nona saya tidak hebat, Saya hanya suka," Alva hanya mengangguk mengerti."Bagaimana dengan Anda?" Tanya Ganan, sembari mendapat respon ceria dari Alva."Ah , saya, Tuan? Saya suka bunga-bunga di sana. Apalagi bunga peony dan seruni sangat indah," Dengan semangat Alva menunjuk bunga-bunga di hadapan terkekeh mendengarnya. Menurut Alva, senyumannya sangat manis, haha, membuat orang orang pangling jika melihatnya."Hmm, Tuan, bagaimana dengan Anda? Apa juga menyukai bunga?" Pertanyaan dari Alva bersamaan dengan Ganan yang menghela nafas."Ah, sepertinya saya banyak bertanya. Maafkan saya, Tuan. Maafkan daya jika anda risih dengan tingkah saya. Jika begitu saya bisa beranjak dari sini," Ganan menoleh dan tersenyum"Tidak apa, Nona, saya tidak risih. menetaplah di sini, saya sungguh tak apa. saya suka.""Suka? Suka Bunganya? Wah bunga apa yang tuan sukai? Mawar? Tulip? Matahari? Anggrek atau yang lainnya?" Tanya Alva riang dan antusias. Hemm, sungguh menggemaskan."Awalnya saya kurang suka bunga" Alva mengernyit kebingungan. Ganan langsung melanjutkan kalimatnya."Namun sekarang saya menyukai bunga seruni emas," Alva tambah bingung dibuatnya." Tuan Ganan, tidak ada bunga seruni emas, haha , ada-ada saja Tuan ini" Alva tertawa lepas."Ada dan saya menyukainya saat mekar seperti sekarang."Ah, peka lah wahai manusia, haha. Astaga, Apa Alva peka dan mencoba seolah-olah tidak peka? Atau memang dia tak mengerti maksud Ganan? Entahlah, hanya dia dan hatinya yang tahu."Gurauan Tuan sungguh-sungguh, haha" Ganan tetap terkekeh."Mari saya beritahu, Nona," Alva melihat ke arahnya."Apa, Tuan?" Tanya Alva."Seruni emas bertangkai merah. Dengan anggun menyapa singa di rumput hijau. Dengan senyuman mekar menyenggol kalbu. Membawa naluri membuka kitab hati, surat menyayangimu sepenuh hati, ayat menjadikanmu satu satunya di hati," Haha, Alva blushing dibuat Ganan. Dasar Khairia NurlitaBagaimana, bukankah persahabatan bagi anak sekolahan itu penting?Paling tidak, seorang remaja bakal merengkuh betapa sejuknya rasa memiliki. Pun begitu dengan dukungan Kadang berjuang sendirian itu menyusahkan, bahkan sangat melelahkan. HahahaDemikianlah cerpen anak sekolahan singkat tentang persahabatan yang bisa Guru Penyemangat sajikan. Semoga dirimu tetap berdamai dengan rasa kasih sayang. Daftar Isi Cara Membuat Karangan Cerpen Menentukan Tema Menyusun Kerangka Cerpen Mengembangkan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Contoh Karangan Cerpen Tentang Pendidikan Solo - Contoh karangan cerpen tentang pendidikan dapat digunakan oleh siapapun yang membutuhkan sebagai referensi. Berikut contoh karangan cerpen tentang pendidikan beserta unsur dan cara buku 'Bahasa Indonesia Untuk SMA/MA/SMK/MAK' 2018 oleh Imam Taufik dkk, cerpen merupakan karangan singkat yang berisi satu masalah dan berfokus pada satu cerpen dibangun oleh unsur intrinsik seperti tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Cerpen juga dibangun oleh unsur ekstrinsik yang melekat pada diri pengarang seperti pendidikan, pekerjaan, agama, dll, serta hal di luar pengarang seperti keadaan sosial, budaya, dan politik. Cerpen dapat dibuat berdasarkan pengalaman hidup pengarang atau orang lain dan bertujuan untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang bersifat positif dan negatif dalam bentuk narasi yang Membuat Karangan CerpenKarangan cerpen merupakan prosa fiksi yang penggunaan kata dan kalimatnya harus dapat membangkitkan perasaan pembaca. Selain itu, cerpen juga bersifat tiruan dari perilaku atau peristiwa nyata. Berikut cara membuat karangan cerpen yang baik dan TemaTema sebuah karangan cerpen dapat berasal dari kehidupan diri sendiri atau kehidupan orang lain misalnya keluarga, teman dekat, guru, atau tetangga. Tema tersebut dapat berupa pengalaman menarik yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi pelajaran yang bermanfaat bagi orang lain pembaca.Menyusun Kerangka CerpenSetelah menentukan tema, penulis harus mengembangkan tema tersebut menjadi karangan cerpen dengan menyusun kerangka atau unsur-unsur pembangun cerpen. Kerangka cerpen merupakan urutan peristiwa yang akan ditampilkan dalam karangan cerpen. Pembuatan karangan cerpen harus mempertimbangkan pelaku dan peristiwa agar karangan cerpen tersebut enak Unsur-unsur Pembangun CerpenSetelah menyusun kerangka, penulis harus mengembangkan kerangka tersebut dengan unsur-unsur pembangun cerpen menjadi sebuah cerita yang menarik. Penulis dapat memperluas tema yang telah ditentukan dalam kerangka dan sebaiknya tidak membahas tema yang tidak terdapat dalam contoh karangan cerpen tentang pendidikan berjudul 'Sekolahku di Pedalaman' karya Surya Ismail yang dikutip dari laman lima tahun aku belajar di sekolah Budi Makmur ini. Sekolahku berada di daerah pedalaman. Kondisi sekolahku sangat sederhana. Hanya ada tiga kelas. Dindingnya terbuat dari papan dan kulit kayu. Sementara atapnya terbuat dari daun sagu, atau sering disebut daun rumbia oleh suku dan tempat duduk kami terbuat dari papan yang dibuat memanjang. Papan tulis hitam berukuran 1x2 meter menggantung di depan kelasku. Sekolahku hanya berlantaikan tanah. Kalau hujan turun, airnya akan masuk ke dalam kelasku hingga menjadi aku sudah kelas enam. Hanya ada empat orang murid di kelasku. Sedangkan guru yang mengajar di sekolahku hanya ada dua orang. Pak Nantan dan Pak Kurna, mengajar dari kelas satu sampai kelas belajar, kami dan guru senang membaur. Seperti mengerjakan latihan misalnya, kami sering mengerjakan dan memecahkannya bersama-sama, dan tidak malu-malu bertanya kalau tidak paham. Kami dan guru terlihat sangat akrab sekali!Pulang sekolah hari ini aku dibonceng Pak Nantan naik sepeda ontel. Sedangkan Rizal temanku ikut dengan Pak Kurna. Kami sering dibonceng seperti ini karena rumah kami berdua paling jauh. Jarak rumah ke sekolahku empat kilometer. Jam enam pagi aku sudah harus berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki melewati jalan setapak dan hutan belantara."Pak Nantan hari ini mancing ke sungai lagi? Boleh Ujang ikut?" tanyaku."Bapak hari ini memetik buah kelapa di kebun, Jang. Uang belanja sudah menipis. Besok kalau kelapa-kelapa itu sudah terjual, Bapak pasti akan ajak Ujang mancing di sungai!" janji Pak sedih mendengarnya. Sudah lelah mengajar di sekolah, Pak Nantan harus memanjat kelapa lagi sampai di rumah. Kalau tidak, keluarganya tidak bisa makan. Karena dengan menjual buah-buah kelapa itulah Pak Nantan bisa mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan Nantan tak menerima gaji mengajar di sekolah, karena Pak Nantan hanya tamat SMP. Tapi niat baiknya ingin memajukan kampungku supaya bebas buta huruf dan pandai berhitung memang patut diacungi yang lalu ada dua orang guru bantu yang dipindah tugaskan dari kota ke kampungku. Betapa gembiranya aku waktu itu. Aku berharap kehadiran mereka bisa memberikan kemajuan bagi sekolahku. Namun harapanku itu kemudian mengajar, mereka hanya empat kali datang ke sekolahku. Bulan berikutnya, mereka tak pernah datang-datang lagi ke sekolah. Ah, mungkin mereka tak terbiasa dengan keadaan kampungku yang terpelosok jauh berada di hari Pak Nantan pernah bertanya kepadaku tentang cita-citaku. "Apa cita-citamu, Jang?""Aku ingin jadi seperti Bapak!" jawabku mantap."Menjadi guru?" Pak Nantan mengangguk, "Aku ingin membuat kampung ini menjadi maju. Aku ingin semua orang bisa membaca dan berhitung. Kalau orang-orang di kampung ini sudah bisa membaca dan berhitung, pasti mereka bisa membangun kampung ini menjadi lebih maju!"Mata Pak Nantan tampak berkaca-kaca mendengar penuturanku. "Pendidikan di kampung ini memang sangat menyedihkan. Tak ada guru-guru yang mau mengajar di kampung ini. Apalagi kebanyakan anak-anak seusiamu lebih memilih bekerja di ladang membantu orang tua mereka daripada pergi ke sekolah."Air mataku menetes. Aku sedih sekali. Di rumah, seharusnya Abah dan Emak bisa membimbingku belajar dan mengerjakan PR. Tapi mana mungkin, kedua orang tuaku tidak pandai membaca dan menulis. Malah suatu ketika Abah dan Emak memintaku untuk mengajari mereka membaca, menulis dan Bagaimana mungkin? Apa aku bisa? Ah, tapi akhirnya ku coba juga. Setiap hari setelah pulang sekolah, aku pun mengajari orang tuaku membaca, menulis, dan berhitung."Abah bangga padamu, Jang. Anak sekecil kamu sudah pandai mengajari Abah dan Emakmu membaca, menulis dan berhitung," ujar Abah memujiku."Emak juga bangga, Jang. Berkat kamu sekolah, Emak dan Abahmu jadi tak bodoh lagi. Emak dan Abahmu sekarang sudah bisa membaca walaupun masih mengeja," kata Emak, lalu mencium kepalaku."Terima kasih," ucapku terharu. "Ini juga berkat Abah dan Emak yang mau menyekolahkanku hingga aku menjadi pintar dan bisa mengajari Abah dan Emak di rumah, hehe..." Abah dan Emak memelukku, dan menciumi kedua pipiku dengan penuh rasa sayang dan kelak aku harus bisa membangun kampung ini menjadi lebih maju! Aku ingin semua orang di kampung ini bisa membaca, menulis dan berhitung. Doakan aku, ya, teman-teman!Itulah contoh karangan cerpen tentang pendidikan yang dapat dijadikan sebagai referensi. Semoga bermanfaat, Lur!Artikel ini ditulis oleh Santo, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom. Simak Video "PSI Gelar Aksi Simpatik dan Edukatif di Hari Pendidikan Nasional" [GambasVideo 20detik] ahr/ams