Jenisjenis masalah kesulitan belajar siswa, faktor penyebab dan cara mengatasinya 1. Masalah Internal • Disleksia Apa itu Disleksia? Disleksia merupakan salah satu jenis gangguan belajar yang bisa dialami oleh siapa saja dimana seseorang akan kesulitan untuk membaca ataupun menulis.
Andaperlu mengetahui penyebab anak malas belajar dan tips mengatasinya di bahasan ini supaya bisa lebih memahaminya. Daftar Isi hide. 1. Gaya Belajar Anak Tidak Sesuai dengan Dirinya Sendiri. 2. Kondisi Lingkungan Tidak Mendukungnya dalam Belajar. 3. Terdapat Permasalahan pada Proses Belajarnya. 4.
Faktorintern siswa meliputi gangguan atau kurangnya kemampuan psiko fisik siswa yaitu: (a) Yang bersifat kognitif antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual atau intelegensi siswa. (b) Bersifat afektif antara lain labilnya emosi dan sikap. (c) Bersifat psikomotor antara lain seperti keterganggunya alat- alat indra penglihat dan pendengar.
Kemungkinanyang menjadi penyebab lain dari kesulitan belajar adalah menyangkut komplikasi selama kehamilan. Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh seorang ibu bereaksi terhadap janin dan menyerangnya seolah-olah ia adalah infeksi penyakit yang menyerang sang ibu.
Caramengatasi kesulitan belajar. 5 pengertian kesulitan belajar, ciri, faktor, dan cara mengatasinya lengkap.Ketiga fokus utama di atas bisa dijadikan sebagai landasan, lalu gabungkan dengan cara mengatasi kesulitan belajar yang dapat guru praktikan di bawah ini: Cara mengatasi kesulitan dalam belajar bahasa inggris dengan orang lain.
MenurutKoestoer Parto Wisastro dan A. Hadi Saputra, Sebab-sebab kesulitan belajar antara lain: Gangguan alat tubuh. Kecerdasan yang kurang. Gangguan alat penerimaan. Gangguan perasaan. Kesalahan tingkah laku ( Partowisastro, 1984:26 ). Sedangkan menurut Qomar Hamalik faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesulitan belajar siswa, yaitu :
Adabeberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar pada peserta didik diantaranya; 1. faktor Internal 1) Tidak senang mencatat pelajaran yang telah di tulis oleh guru di papan tulis maupun perintah guru saat mendikte materi pelajaran.
Teknikyang dapat ditempuh dalam mengatasi adanya masalah kesulitan belajar. Yaitu; Meneliti nilai ujian yang tercantum dalam record akademik, kemudian dibandingkan dengan kriteria tingkat penguasaan minimal kompetensi yang dituntut (PAP), atau dengan membandingkan dengan nilai rata-rata kelas (PAN)
Temukan6 Penyebab dan Solusinya. Dukung selalu kegiatan belajar dan bersekolah anak ketika berada di rumah yuk Ma! Beberapa bulan terakhir ini, anak-anak tidak lagi bersekolah secara konvensional, melainkan belajar secara online dari rumah. Kebijakan ini dilakukan sebagai solusi agar anak dapat tetap bersekolah tanpa khawatir bahaya Covid-19.
MemahamiApa Itu Slow Learner, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya. Slow learner adalah anak-anak yang kecerdasannya di bawah rata-rata. Penyebabnya beragam, seperti faktor keturunan hingga trauma psikis. Untuk mengatasinya, orangtua bisa mencoba permainan kreatif dalam belajar hingga melibatkan teman-temannya. 3.67.
TZxlEz7. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kesulitan belajar adalah kondisi dimana anak mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran. Pada dasarnya anak-anak memliki kemampuan yang berbeda-beda, baik secara Intelektual, fisik serta kondisi keluarga. Sebagian besar kesulitan belajar yang dialami oleh siswa berkategori di luar rata-rata berkemampuan rendah dan berkemampuan tinggi. Namun kesulitan belajar juga mungkin bisa dialami oleh siswa yang berkemampuan rata-rata disebabkan oleh factor tertentu yang menghambat tercapainya kinerja akademik sesuai dengan yang di Yang Menyebabkan Kesulitan Belajar Banyak penyebab siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah, namun dapat di kelompokkan menjadi dua faktor penyebab, yaitu faktor internal dan faktor eksternal, adapun penjelasannya sebagai berikut Faktor Internal Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri siswa itu sendiri, seperti halnya yang bersifat kognitif ditandai dengan rendahnya kapasistas intelektual siswa, faktor afektif ditandai dengan labilnya emosi, sikap, dan psikomotor seperti adanya gangguan fungsi indera pendengaran atau penglihatanFaktor EksternalFaktor eksternal ini bisa berasal dari lingkungan sekitar siswa seperti lingkungan keluarga, masyarakat dan dua faktor yang terlah penulis jelaskaan diatas, masih ada beberapa faktor penyebab yang mengakibatkan siswa mengalami kesulitan belajar Gangguan Fungsi OtakSalah satu penyebab dari kesulitan belajar pada siswa adalah adanya gangguan fungsi pada otak. Anak yang mengalami gangguan fungsi otak ini biasanya mengalami kesulitan dalam menerima informasi. Sehingga, hal tersebut dapat mengakibatkan ia mengalami kesulitan membaca, menulis, maupun menghitung, Sampai sekarang, belum ada acara untuk menyembuhkan gangguan ini. Akan tetapi, ada sejumlah terapi yang dilakukan untuk membantu mempermudah anak dalam belajar. Gangguan fungsi otak yang paling umum ditemukan adalah disleksia, disgrafia, dan dari beberapa faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar, lantas bagaimana cara mengatasi siswa yang mengalami kesulitan belajar? Berikut pembahasan dan Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Siswa 1 2 3 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Kesulitan belajar adalah suatu bentuk gangguan dalam satu atau lebih dari faktor fisik dan psikis yang mendasar yang meliputi pemahaman atau penggunaan bahasa, lisan atau tulisan yang dengan sendirinya muncul sebagai kemampuan tidak sempurna untuk mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis, atau membuat perhitungan matematikal, termasuk juga keadaan ekonomi, budaya, atau lingkungan yang tidak menguntungkan Betty dalam Nurjan, 2016, hlm. 162. Seorang anak yang nilainya jelek belum tentu mengalami kesulitan belajar. Dalam suatu situasi pendidikan yang terbatas atau buruk, misalnya, anak itu berarti mempunyai “lingkungan yang tidak menguntungkan”. Hal yang sama bisa dikatakan tentang seorang anak yang hidup dalam kondisi di bawah standar seperti kurang gizi dan tidak mendapat dukungan pendidikan. Kesulitan belajar atau learning disabilities adalah salah satu istilah yang mewadahi berbagai jenis kesulitan yang dialami anak terutama yang berkaitan dengan masalah akademis, kesulitan bidang akademik di sekolah yang sangat spesifik yaitu kesulitan dalam satu jenis atau bidang akademik seperti Kesulitan berhitung diskalkulia, kesulitan membaca disleksia, kesulitan menulis disgraphia, kesulitan berbahasa dysphasia, kesulitan tidak terampil dispraksia, dsb Ginitasasi dalam Asrori, 2020, hlm. 94. Dengan kata lain, kesulitan belajar dapat pula diartikan sebagai salah satu bentuk dari anak berkebutuhan khusus yang ditandai dengan adanya kesulitan untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan dengan mengikuti pembelajaran konvensional. Sementara itu The National Join Committee for Learning Disabilities NJCLD, mengartikan kesulitan belajar menunjuk pada sekelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk kesulitan yang nyata dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan mendengarkan, bercakap-cakap, membaca, menulis, menalar, atau kemampuan dalam bidang studi tertentu Asrori, 2020, hlm. 94. Jenis-Jenis Kesulitan Belajar Menurut Mulyadi dalam Asrori, 2020, hlm. 94, kesulitan belajar mempunyai jenis dan macam amat banyak dan luas yang di antaranya adalah sebagai berikut. Learning disorder, adalah keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Dengan demikian, hasil belajar yang dicapai akan lebih rendah dari potensi yang dimiliki. Learning disabilities ketidakmampuan belajar, adalah ketidakmampuan seseorang yang mengacu kepada gejala di mana seseorang tidak mampu belajar menghindari belajar sehingga hasil belajarnya di bawah potensi intelektualnya. Learning disfunction ketidakfungsian belajar, adalah menunjukkan gejala di mana proses belajar tidak berfungsi dengan baik meskipun pada dasarnya tidak ada tanda-tanda subnormalitas mental, gangguan alat indera atau gangguan psikologis lainnya. Under achiever, adalah mengacu pada seseorang yang memiliki tingkat potensi intelektual di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Slow learner, adalah seseorang yang lambat dalam proses belajarnya sehingga membutuhkan waktu dibandingkan seseorang yang lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. Diagnosis Kesulitan Belajar Diagnosis kesulitan belajar adalah keputusan penentuan mengenai hasil dari pengolahan data Nurjan, 2016, hlm. 199. Tentu saja keputusan yang diambil itu setelah dilakukan analisis terhadap data yang diolah. Selain itu, diagnosis kesulitan belajar juga dapat berupa hal-hal sebagai berikut. Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar anak didik yaitu berat dan ringannya tingkat kesulitan yang dirasakan anak didik. Keputusan mengenai faktor-faktor yang ikut menjadi sumber penyebab kesulitan belajar anak didik. Keputusan mengenai faktor utama yang menjadi sumber penyebab kesulitan belajar anak didik. Oleh karena diagnosis merupakan penentuan jenis penyakit dengan meneliti memeriksa gejala-gejalanya atau proses pemeriksaan terhadap hal yang dipandang tidak beres, maka agar akurasi keputusan yang diambil tidak keliru tentu saja diperlukan kecermatan dan ketelitian yang tinggi. Untuk mendapatkan hasil yang meyakinkan itu sebaiknya minta bantuan tenaga ahli dalam bidang keahlian mereka masing-masing yang meliputi Dokter, untuk mengetahui kesehatan anak. Psikolog, untuk mengetahui tingkat IQ anak. Psikiater, untuk mengetahui kejiwaan anak. Sosiolog, untuk mengetahui kelainan sosial yang mungkin dialami oleh anak. Guru kelas, untuk mengetahui perkembangan belajar anak selama di sekolah. Orang tua anak, untuk mengetahui kebiasaan anak di rumah. Namun demikian dalam praktiknya, tidak semua ahli di atas selalu harus digunakan secara bersama-sama dalam setiap proses diagnosis. Bantuan diperlukan tergantung pada kebutuhan dan tentu saja kemampuan yang tersedia di sekolah. Prosedur Diagnosis Kesulitan Belajar Dalam melakukan diagnosis diperlukan adanya prosedur yang terdiri atas langkah-langkah tertentu yang diorientasikan pada ditemukannya kesulitan belajar jenis tertentu yang dialami siswa. Prosedur seperti ini dikenal sebagai “diagnostik” kesulitan belajar. Banyak langkah-langkah diagnostik yang dapat ditempuh guru, antara lain yang cukup terkenal adalah prosedur Weener & Senf 1982 dalam Nurjan, 2016, hlm. 200 sebagai berikut. Melakukan observasi kelas untuk melihat perilaku menyimpang siswa/siswi ketika mengikuti pelajaran. Memeriksa penglihatan dan pendengaran siswa/siswi khususnya yang diduga mengalami kesulitan belajar. Mewawancarai orang tua atau wali siswa/siswi untuk mengetahui hal ihwal keluarga yang mungkin menimbulkan kesulitan belajar. Memberikan tes diagnostik bidang kecakapan tertentu untuk hakikat kesulitan belajar yang dialami siswa/siswi. Memberikan tes kemampuan intelegensi IQ khususnya kepada siswa/siswi yang diduga mengalami kesulitan belajar. Secara umum, langkah-langkah tersebut dapat dilakukan dengan mudah oleh guru kecuali langkah ke-5 tes IQ. Untuk keperluan tes IQ, guru dan orang tua siswa dapat berhubungan dengan klinik psikologi. Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Psikologi behavioral memberikan sumbangan teori-teori penting untuk mengajar anak berkesulitan belajar. Pusat perhatian teori-teori ini terutama pada tugas-tugas yang diajarkan dan analisis perilaku yang dibutuhkan untuk mempelajari tugas-tugas tersebut. Pembelajaran yang bertolak dari teori ini kadang-kadang disebut pembelajaran langsung direct instruction, tetapi ada pula yang menyebut belajar tuntas mastery learning, pengajaran terarah directed teaching, analisis tugas task analysis, atau pengajaran keterampilan berurutan sequential skills teaching. Suatu rekomendasi yang didasarkan atas teori behavioral adalah bahwa guru hendaknya lebih memusatkan perhatian pada keterampilan-keterampilan akademik yang diperlukan oleh anak dari pada memusatkan pada kekurangan yang menghambat anak untuk belajar Nurjan, 2016, hlm. 174. Apabila siswa/siswi yang mengalami kesulitan belajar itu ber-IQ jauh di bawah normal tuna grahita, orang tua hendaknya mengirimkan siswa tersebut ke lembaga pendidikan khusus anak-anak tuna grahita sekolah luar biasa, karena lembaga/sekolah biasa tidak menyediakan tenaga pendidik dan kemudahan belajar khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Telah banyak ahli yang mengemukakan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dengan sudut pandang mereka masing-masing. Salah satu di antaranya adalah menurut Syah dalam Asrori, 2020, hlm. 95, yang berpendapat bahwa faktor internal yang menyebabkan kesulitan belajar meliputi gangguan atau ketidakmampuan psiko-fisik peserta didik seperti Bersifat kognitif ranah cipta, yaitu antara lain rendahnya kapasitas intelektual atau intelegensi peserta didik. Bersifat afektif ranah rasa, yaitu meliputi labilnya emosi, minat dan sikap peserta didik. Bersifat psikomotorik, yaitu terganggunya alat-alat indera penglihatan dan pendengaran mata dan telinga. Sementara itu faktor eksternal yang dapat menyebabkan kesulitan belajar siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar peserta didik. Faktor ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu Lingkungan sekolah, contohnya kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru serta alat belajar yang berkualitas rendah. Lingkungan keluarga, contohnya ketidakharmonisan hubungan antara ayah dan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga. Lingkungan masyarakat, contohnya wilayah kumuh dan teman sepermainan Syah dalam Asrori, 2020, hlm. 95. Indikator Kesulitan Belajar Indikator Kesulitan Belajar Siswa yang mengalami kesulitan belajar adalah siswa yang tidak dapat belajar secara wajar karena adanya suatu gangguan dan hambatan yang dialami sehingga tidak dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Arifin, 2016, hlm. 306 mengemukakan beberapa indikator untuk menentukan kesulitan belajar siswa yang di antaranya adalah sebagai berikut. Peserta didik tidak dapat menguasai materi pelajaran sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Peserta didik memperoleh peringkat hasil belajar yang rendah dibandingkan dengan peserta didik lainnya dalam satu kelompok. Peserta didik tidak dapat mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Peserta didik tidak dapat menunjukkan kepribadian yang baik, seperti kurang sopan, membandel, dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sementara itu Sugihartono, 2012, hlm. 154 mengemukakan ciri-ciri gejala, atau indikator siswa yang mengalami kesulitan belajar adalah sebagai berikut. Prestasi belajar rendah artinya skor yang diperoleh di bawah skor rata-rata kelompoknya. Usaha yang dilakukan dalam kegiatan belajar tidak sebanding dengan hasil yang dicapai. Lamban dalam mengerjakan tugas dan lambat dalam menyelesaikan atau menyerahkan tugas. Sikap acuh dalam mengikuti pelajaran dan sikap kurang wajar lainya. Menunjukkan perilaku menyimpang dari perilaku temanya yang seusia, misalnya suka membolos, enggan mengerjakan tugas, tidak dapat kerja sama dengan temanya, terisolir, tidak dapat konsentrasi,tidak punya semangat dan sebagainya. Emosional, misalnya mudah tersinggung, mudah marah, pemurung merasa rendah diri, dan sebagainya. Referensi Arifin, Z. 2016. Evaluasi pembelajaran. Bandung Remaja Rosdakarya. Asrori. 2020. Psikologi pendidikan pendekatan multidisipliner. Banyumas Pena Persada. Nurjan, Syarifan. 2016. Psikologi Belajar. Ponorogo Wade Group. Sugihartono. 2012. Psikologi pendidikan. Yogyakarta UNY Press.
Jakarta Batuk adalah bentuk reaksi saluran pernapasan terhadap benda asing. Biasanya disebabkan karena debu, polusi, infeksi, hingga alergi. Batuk ini bisa disembuhkan dengan mengonsumsi obat meski beberapa kasus tidak bisa. Bahkan, kondisinya bisa berlangsung sangat lama dan menjadi batuk kering berkepanjangan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui penyebab batuk kering berkepanjangan ini. 6 Penyebab Batuk di Malam Hari dan Cara Mengatasinya 8 Penyebab Batuk Kering, Tidak Selalu Infeksi Virus Manfaat Daun Saga untuk Batuk dan Penyakit Lainnya, Obat Herbal Alami Batuk kering berkepanjangan termasuk kondisi yang membahayakan. Bahkan, batuk kering ini bisa berlangsung selama dua bulan lebih. Hal ini bisa menjadi sebuah pertanda adanya kondisi kesehatan tertentu yang harus diwaspadai. Nah, penyebab batuk kering berkepanjangan ini berkaitan erat dengan sistem pernapasan dan sistem pencernaan yang bermasalah. Ada banyak sekali faktor penyebab batuk kering berkepanjangan. Penyebab ini berkaitan pula dengan makanan yang dikonsumsi dan kualitas udara yang dihirup setiap hari. Meski begitu, batuk kering berkepanjangan bisa diringankan saat di rumah. Namun, jika kondisinya sudah tidak memungkinkan dirawat di rumah, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Berikut ulas penyebab batuk kering berkepanjangan dari berbagai sumber, Rabu 17/6/2020.Lingkungan, Obat, dan BronkitisIlustrasi batuk kering IstimewaFaktor Lingkungan Lingkungan yang tidak sehat bisa menjadi penyebab batuk kering berkepanjangan. Penderita akan mengalami iritasi pada saluran pernapasan hingga batuk kering. Faktor lingkungan ini bisa berupa asap rokok, debu, polusi, jamur, bahan-bahan kimia, dan serbuk sari. Beberapa orang juga akan lebih sensitif terhadap udara kering atau dingin. Obat Antihipertensi Obat antihipertensi termasuk penyebab batuk kering berkepanjangan. Hal ini disebabkan oleh kandungan penghambat reseptor ACE di dalamnya. Lebih tepatnya efek samping penggunaan obat inilah yang menyebabkan batuk kering. Beberapa contoh obatnya adalah lisinopril, enalapril, dan sebagainya. Bronkitis Kronis Bronkitis kronis termasuk penyebab batuk kering berkepanjangan. Peradangan pada saluran pernapasan bagian bawahlah penyebabnya. Bronkitis kronis ini biasa akan menyerang para perokok aktif. Sebab, perokok ini sangat sering terpapar asap rokok. Bronkitis kronis juga merupakan bagian dari penyakit paru obstruktif kronis PPOK. Penyakit ini termasuk penyakit yang umum diderita perokok Infeksi, dan FibrosisRefluks Asam Lambung GERD GERD merupakan gangguan pada sistem pencernaan. Naiknya asam lambung ke kerongkongan hingga mengiritasinya dapat menjadi penyebab batuk kering berkepanjangan. Gejala dari batuk ini akan disertai mual dan muntah. Penderita juga akan mengalami sakit tenggorokan, sensasi panas di dada hingga bau mulut yang tidak sedap. Beberapa kasus juga akan menyebabkan penderita sulit menelan. Infeksi Saluran Pernapasan Atas Infeksi saluran pernapasan atas bisa menjadi penyebab batuk kering berkepanjangan. Infeksi ini akan disertai pilek dan flu. Hingga membuat lendir atau ingus dari hidung akibat pilek turun ke tenggorokan post nasal drip. Awalnya mungkin penderita akan mengalami batuk berdahak akut. Kemudian batuk ini akan menjadi batuk kering berkepanjangan. Fibrosis Paru Idiopatik Jaringan parut yang dalam paru-paru atau fibrosis paru idiopatik adalah penyebab batuk kering berkepanjangan. Jaringan parut yang bertambah tebal ini akan membuat penderita kesulitan bernapas. Penderita juga akan mengalami kelelahan. Kuku tangan dan kaki juga akan menebal. Nafsu makan penderita hilang dan mengakibatkan penurunan berat badan Pneumotoraks, dan KankerIlustrasi Batuk Kering iStockphotoAsma Asma termasuk penyebab batuk kering berkepanjangan. Batuk ini akan terjadi pada malam dan pagi harinya. Kondisi ini biasanya disebabkan karena pembengkakan dan penyempitan saluran udara. Penderita akan mengalami sesak napas, rasa sakit atau tertekan di dada, dan bunyi mengi saat mengeluarkan napas. Pneumotoraks Pneumotoraks termasuk penyebab batuk kering berkepanjangan. Kondisi ketika paru-paru mengempis secara tiba-tiba. Hal ini biasanya disebabkan cedera dada atau penyakit paru-paru. Penderita akan merasakan rasa sakit di dada yang mendadak dan sesak. Kanker Paru-Paru Kanker paru-paru bisa menjadi penyebab batuk kering berkepanjangan, meski terbilang sangat jarang. Batuk kering yang diderita akan berubah-ubah karakteristiknya. Bisa mengeluarkan suara yang berbeda sampai kondisinya menjadi lebih menyakitkan. Penderita akan memiliki suara serak, penurunan berat badan. Parahnya akan berakibat pada batuk berdarah, sesak napas, dan rasa sakit di foto Liputan 6Batuk kering berkepanjangan ini bisa diredakan di rumah. Meski begitu, jika kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk dirawat di rumah, segera periksakan ke dokter. Agar batuk kering berkepanjangan ini tidak menjadi semakin parah dan menyebabkan komplikasi berbahaya. Berikut cara meredakan batuk kering berkepanjangan di rumah 1. Mengonsumsi lebih banyak cairan. Bisa dengan mulai mengonsumsi minuman hangat seperti air putih atau teh. Hal ini ditujukan untuk melegakan tenggorokan yang gatal. Sup hangat dan sayuran hangat yang lain juga bisa dijadikan pilihan. 2. Mengonsumsi permen pereda batuk kering. Hal ini bisa membantu meredakan iritasi tenggorokan yang dialami. 3. Sebaiknya mulai hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung. Terutama bagi penderita GERD. Hindari makanan pedas, asam, mint, cokelat, dan berkafein. 4. Berhenti merokok dan hindari lingkungan perokok. Hal ini untuk menghindari asap rokok agar tidak mengendap di paru-paru. 5. Mulai jaga kelembapan udara. Hal ini ditujukan untuk membantu melancarkan saluran pernapasan. Bisa dengan mandilah air hangat dan menghirup uap air panas.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.