Penulisanteks biografi umumnya mengikuti struktur yang sudah dijelaskan diatas. Namun, terdapat bagian-bagian yang harus dibahas atau setidaknya diungkit oleh penulis dalam ceritanya. bersama dengan pahlawan lain seperti Kartini dan Ki Hajar Dewantara.
lahiyacom. Nama Ki Hajar Dewantara sendiri bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (Bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, namun juga ditetapkan sebagai pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959.
BiografiKi Hajar Dewantara/Pendahuluan. Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas KRI Ki Hajar Dewantara. Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Sukarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959).
Tabel5.5 Tabel Isian Struktur Teks Biografi R.A. Kartini 133 Tabel 5.6 Tabel Kata Serapan dalam Teks Biografi Ki Hadjar Dewantara 136 Tabel 5.7 Tabel Isian Kata Serapan dalam Teks Biografi Mohammad Hatta 140 Tabel 5.8 Isian kata ganti dalam teks biografi Mohammad Hatta 143 Tabel 5.9 Isian kata kerja material dalam teks biografi Mohammad Hatta 143
PostingKomentar untuk "Teks Biografi Ki Hajar Dewantara Beserta Strukturnya / Teks Biografi Ki Hajar Dewantara Singkat Tulisan : Check spelling or type a new query." Popular Posts Harga Burung Serindit Jantan - 7 Jenis Burung Potoo, Ghost Bird Unik yang Pandai Menyamar - Info terbaru harga burung serindit (jantan, betina, bakalan.
SejarahKi Hajar Dewantara - Ki Hajar Dewantara yang terlahir pada tanggal 2 Mei 1889 disebut sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Portal Sejarah Indonesia dan Dunia Portal sejarah indonesia dan dunia seperti kerajaan, sejarah islam, tokoh sejarah, sejarah teknologi, sejarah olah raga dan lain sebagainya.
Wewould like to show you a description here but the site won't allow us. Ia terlahir dengan nama raden mas soewardi soerjaningrat yang kemudian kita kenal sebagai ki hadjar dewantara. 10+ Contoh Biografi Lengkap Struktur, dan Jenis Teks Biografi Kata nya merujuk pada kata ki hajar dewantara. Teks biografi ki hajar dewantara. Meskipun demikian,
Berikutini setidaknya profil biografi Ki Hajar Dewantara singkat yang harus kamu ketahui: Nama Lengkap: Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Nama Panggilan: Ki Hadjar Dewantara. Tempat Tanggal Lahir: Yogyakarta, 2 Mei 1889. Wafat: 26 April 1959, meninggal dunia di usia 69 tahun.
BiografiKi Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889 - meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun; √Pengertian Teks Persuasif, Ciri-Ciri, Struktur, Langkah dan Contohnya. About The Author
BiografiKi Hajar Dewantara. R.M. Suwardi Suryaningrat yang dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara lahir pada 2 Mei 1889, di Yogyakarta. Nah, itu tadi penjelasan pengertian biografi, beserta struktur teks biografi lengkap dengan contoh. detikers makin paham dong ya, bagaimana struktur teks contoh biografi? Simak Video "Ada Terduga Teroris,
YonE. Pada pembelajaran Bab II, kelas 8 di Kurikulum 2013 kemarin, kita sudah membahas perihal struktur teks Biografi, yakni Orientasi Perkenalan, Peristiwa dan Masalah, dan Reorientasi. Sebelumnya juga sudah disampaikan perihal biografi Ki Hajar Dewantara, yang merupakan tokoh dan pahlawan pendidikan, yang tanggal lahirnya dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional, yakni setiap tanggal 2 Mei. Berikut ini adalah Biografi Ki Hajar Dwantara selaku Bapak pendidikan Indonesia Dikutip dari buku paket Kemdikbud ; Ki Hajar Dewantara, Sosok Inspirasi Pendidikan Indonesia Nama kecil Ki Hajar Dewantara yakni Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Berasal dari kalangan keluarga Kraton. Ada yang unik, ketika usianya menginjak 40 tahun, beliau mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara, tujuan dari penggantian tersebut, agar beliau bisa berbaur dengan kalangan masyarakat pada umumnya. Di pendidikannya, beliau menamatkan sekolah dasar di ELS Sekolah Dasar Belanda, kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA sekolah Dokter Bumiputera, beliau tidak sampai menamatkan sekolahnya karena sakit. Kemudian menginjak dewasa beliau bekerja sebagai wartawan di beberapa media surat kabar, di antaranya Sedyotomo, Midden Java, De Express, Kaoem Moeda dan sebagainya. Selain aktif dalam dunia kewartawanan dan tulis menulis, beliau juga aktif di beberapa organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, beliau aktif sebagai propaganda Boedi Oetomo untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia. Beliau sering menyuarakan perihal pentingnya persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara. Semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara semakin menggebu dalam bentuk perjuangannya hingga pada bulan Nopember 1913 beliau membentuk Komite Boemipoetra hingga melancarkan kritikan terhadap pemerintahan belanda yang ingin merayakan 100 tahun kebebasan Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya. Kepribadian dan perjuangannya dalam dunia pendidikan tidak disangsikan lagi mengingat beliau merupakan pendiri Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922. Sepak terjangnya di dunia pendidikan menjadikannya Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama, hingga tanggal lahirnya, yakni 2 Mei dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional Hardiknas. Di dalam bacaan tersebut tentunya terbentuk dari kumpulan kata-kata. Kata-kata tersebut hingga mampu dibaca dan dipahami karena adanya unsur kebahasaan. Dalam setiap karangan terlebih karangan Biografi mengenai kisah seorang tokoh inspiratif pasti terdapat unsur kebahasaan. Unsur kebahasaan merupakan bagian yang penting dalam sebuah bacaan atau karangan. Pada bagian ini akan disampaikan mengenai unsur kebahasaan, di antaranya yaitu Kata Hubung Kata hubung atau kata sambung sering juga dikenal dengan nama konjungsi, yaitu kata yang berfungsi sebagai penghubung antarsatu kata dengan kata lain dalam satu kalimat. Selain itu, kata hubung juga berfungsi untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain. Jika kata hubung tersebut berfungsi sebagai penghubung kata dalam satu kalimat, kata hubung tersebut disebut dengan konjungsi intrakalimat, seperti dan, tetapi, lalu, kemudian. Adapun kata hubung yang berfungsi menghubungkan kaliamat satu denga kalimat yang lainnya disebut dengan konjungsi antarkalimat, misalnya akan tetapi, meskipun demikian, oleh karena itu dan sebagainya. Pada contoh di atas kata hubung digunakan antara lain dan sebagai kata hubung intrakalimat, meskipun demikian dan akan tetapi sebagai kata hubung antarkalimat. Kata hubung demikian dapat berfungsi sebagai kata hubung intrakalimat dan antarkalimat. Hal tersebut dapat dilihat dari contoh berikut ini di bawah Ia dibuang ke Negara Belanda bersama kedua rekannya dan kembali ke tanah air pada tahun 1918 setelah memperoleh Eoropeesche Akte. Ki Hajar Dewantara berasal dari lingkungan keluarga keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya. Akan tetapi, organisasi ini ditolak oleh pemerintah Belanda karena dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda. Ki Hajar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS Sekolah Dasar Belanda, kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA Sekolah Dokter Bumiputra. Kata hubung dan pada contoh a bermakna hubungan “penambahan”, meskipun demikian pada contoh b bermakna “pertentangan” akan tetapi pada contoh c bermakna “pertentangan” dan kemudian pada contoh d bermakna “kelanjutan”. Jika dilihat dari perilakunya di dalam kalimat, kata hubung intrakalimat yang menjadi ciri khas teks biografi dapat di kelompokan menjadi 1 kata hubung koordinatif, 2 kata hubung korelatif, 3 kata hubung subordinatif. Kata hubung koordinatif digunakan untuk menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya, misalnya dan, serta dan tetapi. Kata hubung korelatif digunakan untuk menghubungkan dua kata atau frasa yang memiliki status yang sama, biasanya dipisahkan oleh salah satu frasa, misalnya baik…maupun…, tidak hanya…tetapi juga… Sementara itu, kata hubung subordinatif digunakan untuk menghubungkan dua kata atau frasa yang tidak memiliki status yang sama, misalnya setelah, agar, sehingga dan karena. Merujuk Kata Di dalam teks biografi “Ki hajar Dwantara Bapak Pendidikan Indonesia” di atas terdapat bagian kata atau kelompok kata yang merujuk pada kata atau kelompok kata kalimat sebelumnya. Kamu tentu masih ingat di kelas VII sudah mempelajari perihal kata rujukan. Berikut ini contoh penggunaan kata rujukan dalam kalimat. Perjalanan hidup Ki Hajar Dewantara benar-benar ditandai dengan perjuangan dan pengabdian pada kepentingan bangsa dan negaranya. Ia tidak dapat menamatkan pendidikan di sekolah tersebut karena sakit. Contoh kalimat tersebut terdapat dua kata rujukan yaitu pada kalimat a, kata rujukan –nya dan pada kalimat b kata rujukan ia. Kata Kerja Pada teks biografi di atas terdapat penggunaan kata kerja verbal yang menyatakan tindakan, misalnya kata kerja menamatkan dan melanjutkan pada kalimat “Ki Hajar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar ELS Sekolah Dasar Belanda, kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA Sekolah Dokter Bumiputera. Waktu, aktivitas dan tempat Pada teks biografi di atas ada kata-kata yang menunjukan urutan waktu, aktivitas dan tempat. Dikarenakan tulisan biografi dipastikan ada keterangan waktu, tempat dan aktivitas tokoh tersebut yang bersangkutan.
Pada Tugas 2 ini guru meminta siswa mengenali dan mengetahui struktur teks biografi yang terdiri atas orientasi, peristiwa dan masalah, dan reorientasi. Guru menjelaskan ketiga istilah tersebut melalui bagan berikut. Stuktur teks biografi “Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Indonesia” Reorientasi Orientasi Peristiwa dan masalah Untuk memperdalam pemahaman siswa tentang struktur teks biografi, guru meminta siswa mengerjakan tugas berikut! 1. Siswa diminta mencermati lagi teks biografi “Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Indonesia” di atas! Kemudian, siswa diminta menyebutkan bagian pengenalan tokoh, peristiwa dan masalah yang dialami tokoh, serta bagian penutup dalam teks tersebut? 2. Siswa diminta untuk membandingkan jawabannya itu dengan struktur teks di bawah ini. Struktur teks Kalimat dalam teks Orientasi 1 Nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya. Ketika berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Tujuannya berganti nama adalah agar ia dapat bebas dekat dengan rakyatnya. Perjalanan hidup Ki Hajar Dewantara benar-benar ditandai dengan perjuangan dan pengabdian pada kepentingan bangsa dan negaranya. Peristiwa dan masalah 2 Ki Hajar Dewantara menamatkan sekolah sasar di ELS Sekolah Dasar Belanda, kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA Sekolah Dokter Bumiputera. Ia tidak dapat menamatkan pendidkan di sekolah tersebut karena sakit. Setelah itu, Ki Hajar Dewantara bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, seperti Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. 3 Ki Hajar Dewantra juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia. Ia selalu menyampaikan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Pada tanggal 25 Desember 1912, ia mendirikan Indische Partij partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia bersama dengan Douwes Dekker Dr. Danudirdja Setyabudhi dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo. Organisasi ini ditolak oleh pemerintahan Belanda karena dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakkan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda. Struktur teks Kalimat dalam teks Peristiwa dan masalah 4 Semangat Ki Hajar Dewantara terus menggebu dan pada bulan November 1913 ia membentuk Komite Bumipoetra. Komite Boemipoetra melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang ingin merayakan seratus tahun kebebasan Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya. Ki Hajar Dewantara juga mengkritik rencana perayaan itu melalui tulisannya yang berjudul “Als Ik Eens Nederlander Was Seandainya Aku Seorang Belanda dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga”. Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukum internering hukum buang ke Pulau Bangka tanpa proses pengadilan. Kemudian, ia dibuang ke Negara Belanda bersama kedua rekannya dan kembali ke tanah air pada tahun 1918 setelah memperoleh Europeesche Akte. 5 Pada tanggal 3 Juli 1922 Ki Hajar Dewantara bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya mendirikan perguruan yang bercorak nasional, yaitu Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922. Melalui perguruan Taman Siswa dan tulisan-tulisannya yang berjumlah ratusan, Ki Hajar Dewantara berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Ki Hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hajar Dewantara tidak hanya diabadikan sebagai tokoh dan pahlawan pendidikan bapak Pendidikan Nasional yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Ki Hajar Dewantara meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta. Untuk melestarikan nilai dan semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara, penerus Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya di Yogyakarta. Reorientasi 6 Sebagai pahlawan yang dijuluki Bapak Pendidikan Indonesia, semangat dan jasa Ki Hajar Dewantara sepantasnya dikenang dan tidak dilupakan. Semoga apa yang dilakukannya itu dapat menginspirasi rakyat Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. 3. Siswa diminta pendapatnya tentang pernyataan pada bagian orientasi yang mengungkapkan bahwa Ki Hajar Dewantara ingin dekat dengan rakyatnya. Guru meminta siswa agar memberikan alasan atas jawabannya. 4. Siswa diminta pendapatnya tentang pernyataan bahwa Ki Hajar Dewantara disebut sebagai Bapak Pendididikan Indonesia. Guru meminta alasan siswa atas jawaban yang diberikan. 5. Siswa diminta pendapatnya tentang pernyataan bahwa jasa dan semangat yang telah ditorehkan Ki Hajar Dewantara dapat menginspirasi generasi muda pada saat sekarang. Guru meminta alasan siswa atas jawaban yang diberikan. 6. Untuk melatih kemampuan berbicara siswa, guru meminta siswa menceritakan kembali kepada temannya atau mempresentasikan di depan kelas teks biografi “Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Indonesia” berdasarkan struktur teksnya! Tugas 3 Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Teks Biografi Pada Tugas 3 ini guru meminta siswa mengidentifikasi unsur kebahasaan yang ada di dalam teks biografi “Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Indonesia” di atas. Untuk itu, guru meminta siswa mengerjakan tugas berikut. 1. Kata Hubung 1 Guru meminta siswa melengkapi tabel kata hubung dan menentukan makna yang terkandung di dalam kalimat yang menggunakan kata hubung tersebut. Siswa diminta menggunakan kata hubung dan pada tabel nomor satu yang sudah diisi sebagai contoh. No. Kata hubung Kalimat Makna dalam kalimat 1 dan Ia dibuang ke Negara Belanda bersama kedua rekannya dan kembali ke tanah air pada tahun 1918 setelah memperoleh Europeesche Akte hubungan kesetaraan 2 ... ... ... 3 ... ... ... 4 ... ... ... 5 ... ... ... 6 ... ... ... 7 ... ... ... 2 Guru menugasi siswa untuk mengelompokkan kata hubung yang sudah dikerjakan pada butir 1 ke dalam kelompok kata hubung koordinatif, kata hubung korelatif, dan kata hubung subordinatif. 3 Guru meminta siswa membuat tiga buah kata hubung intrakalimat dan tiga buah kata hubung antarkalimat yang menggambarkan suatu peristiwa! a ___________________________________________________________ b ___________________________________________________________ c ___________________________________________________________ d ___________________________________________________________ e ___________________________________________________________ f ___________________________________________________________ 2. Merujuk Kata 1 Guru meminta siswa menandai kata yang merujuk pada Ki Hajar Dewantara dengan memberi garis di bawah kata atau kelompok kata yang terdapat dalam potongan teks b dan c berikut. Potongan teks a dijadikan contoh. a. Ki Hajar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS Sekolah Dasar Belanda, kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA Sekolah Dokter Bumiputera. Ia tidak dapat menamatkan pendidikan di sekolah tersebut karena sakit. b. Ki Hajar Dewantara bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, seperti Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. Ki Hajar Dewantara juga mengkritik rencana perayaan itu melalui tulisannya yang berjudul “Als Ik Eens Nederlander Was Seandainya Aku Seorang Belanda dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga”. Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukum internering hukum buang ke Pulau Bangka tanpa proses pengadilan. Kemudian, ia di buang ke Negara Belanda bersama kedua rekannya dan kembali ke tanah air pada tahun 1918 setelah memproleh Europeesche Akte. Pada tanggal 3 Juli 1922 Ki Hajar Dewantara bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya mendirikan perguruan yang bercorak nasional, yaitu Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922. Melalui perguruan Taman Siswa dan tulisan-tulisannya yang berjumlah ratusan, Ki Hajar Dewantara berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. c. Sebagai pahlawan yang dijuluki Bapak Pendidikan Indonesia, semangat dan jasa Ki Hajar Dewantara sepantasnya dikenang dan tidak dilupakan. Semoga apa yang dilakukannya itu dapat menginspirasi rakyat Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. 2 Untuk melatih kemampuan merujuk kata, guru meminta siswa membuat tiga contoh yang memperlihatkan kata yang merujuk dan dirujuk seperti butir 1 di atas! a ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ b ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ c ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ 3. Kata Kerja Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menemukan kata kerja yang melakukan tindakan. Guru meminta siswa mengisi tabel seperti berikut. Kata kerja mengikuti pada kolom pertama sebagai contoh! Kata kerja tindakan Kalimat menamatkan melanjutkan Ki Hajar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS Sekolah Dasar Belanda, kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA Sekolah Dokter Bumiputera. … ……… … ……… … ……… … ……… … ……… … ……… … ……… … ……… … ……… … ……… 4. Waktu, Aktivitas, dan Tempat Guru meminta siswa membaca teks Ki Hajar Dewantara lagi, kemudian siswa diminta mengisi bagian yang kosong pada tabel di bawah ini dengan waktu, peristiwa, dan tempat terjadinya peristiwa itu. Bagian yang sudah diisi dapat dijadikan sebagai contoh. Waktu Peristiwa Tempat 1889 lahir Yogyakarta Waktu Peristiwa Tempat … aktif di organisasi … Setelah membentuk Komite Bumipoetra … Bangka 1918 … … … meninggal dunia … Pada akhir tugas ini, guru meminta siswa menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kesan dan perasaan siswa ketika menyebutkan Ki Hajar Dewantara dan hal yang paling berkesan bagi siswa ketika mengingat jasa Ki Hajar Dewantara.
Struktur teks biografi terdiri dari orientasi, peristiwa dan masalah, serta reorientasi. Orientasi berisi gambaran awal tentang tokoh atau pelaku di dalam teks biografi. Peristiwa atau kejadian berisi penjelasan yang berisi peristiwa-peristiwa yang terjadi atau pernah dialami oleh tokoh, termasuk masalah yang dihadapinya dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Hal yang menarik, mengesankan, mengagumkan, dan mengharukan yang dialami tokoh juga diuraikan dalam bagian peristiwa. Sementara itu, reorientasi berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan. Reorientasi bersifat opsional, boleh ada, boleh juga tidak ada. Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup, dab graphien yang berarti tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang. Maka dapat disimpulkan bahwa teks Biografi adalah teks yang berisikan tentang kisah riwayat hidup seseorang. Ciri-ciri teks biografi antara lain memuat informasi berdasarkan fakta faktual dalam bentuk narasi. Faktualnya berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang patut diteladani. Beberapa contoh biografi antara lain biografi tokoh-tokoh nasional Indonesia, satu diantaranya adalah Ki Hajar Dewantara seperti di bawah ini. Struktur TeksKalimat OrientasiNama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya. Ketika berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Tujuannya berganti nama adalah agar ia dapat bebas dekat dengan rakyatnya. Peristiwa dan MasalahPerjalanan hidup Ki Hajar Dewantara benar-benar ditandai dengan perjuangan dan pengabdian pada kepentingan bangsa dan negaranya. Ki Hajar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS Sekolah Dasar Belanda, kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA Sekolah Dokter Bumiputera. Setelah itu, Ki Hajar Dewantara bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, seperti Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Ki Hajar Dewantra juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo. Pada tanggal 25 Desember 1912, ia mendirikan Indische Partij bersama dengan Douwes Dekker, dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo. Organisasi ini ditolak oleh pemerintahan Belanda karena dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda. Semangat Ki Hajar Dewantara terus menggebu. Pada bulan November 1913 ia membentuk Komite Bumipoetra. Komite Boemipoetra melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang ingin merayakan seratus tahun kebebasan Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya. Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukum buang internering ke Pulau Bangka tanpa proses pengadilan. Kemudian, ia dibuang ke Negara Belanda bersama kedua rekannya dan kembali ke tanah air pada tahun 1918 setelah memperoleh Europeesche Akte. Pada tanggal 3 Juli 1922 Ki Hajar Dewantara bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya mendirikan perguruan yang bercorak nasional, yaitu Nationaal Onderwijs Institut Taman Siswa Perguruan Nasional Taman Siswa. Ki Hajar Dewantara berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Ki Hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama. Ki Hajar Dewantara tidak hanya dianggap sebagai tokoh dan pahlawan pendidikan yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai pahlawan pergerakan nasional melalui surat keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Ki Hajar Dewantara meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta. Untuk melestarikan nilai dan semangat perjuangannya, penerus Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya di Yogyakarta. ReorientasiSebagai pahlawan yang dijuluki Bapak Pendidikan Indonesia, semangat dan jasa Ki Hajar Dewantara sepantasnya dikenang dan tidak dilupakan. Semoga apa yang dilakukannya itu dapat menginspirasi rakyat Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.