Jawabannyaadalah: 1. Imitasi adalah suatu proses belajar dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain. 2. Sugesti adalah suatu pendapat, pandangan, dan sikap yang diberikan pada orang lain dan diterima oleh pihak lain sehingga orang tersebut mengikuti pandangan atau pengaruh tersebut. 3. Imitasimerupakan bentuk pembelajaran sosial yang mengarah pada pengembangan tradisi dan budaya sehingga terjadi transfer informasi dalam bentuk perilaku, sikap, kebiasaan, dan lain-lain, tanpa harus melalui pewarisan genetik. Kata "imitasi" dapat digunakan dalam banyak konteks, mulai dari kehidupan sosial, politik, bahkan pelatihan hewan. Ataumendasari keberlangsungan interaksi sosial di kehidupan masyarakat, yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi. Nah pada penjelasan kali ini kita hanya akan membahas tiga faktor yaitu : 1. Faktor Imitasi. Imitasi adalah sikap sosial yang dilakukan untuk mengikuti gaya hidup seseorang yang ia kagumi atau idolakan. Imitasiadalah proses meniru perilaku dan gaya seseorang yang menjadi idolanya. Tindakan meniru dilakukan dengan belajar dan mengikuti perbuatan orang lain yang menarik perhatiannya. Imitasi dapat terjadi contohnya cara berpakaian, model rambut, gaya bicara, cara bertingkah laku, dan sebagainya. BerikutIni Empati : Pengertian, Sejarah, Perkembangan, Ciri, Faktor, Manfaat Dan Contohnya yang telah diulas oleh Teks.Co.Id Empati : Pengertian, Sejarah, Perkembangan, Ciri, Faktor, Manfaat Dan Contohnya By Author Posted on May 28, 2022. Empati - Sebenarnya apa itu Empati? Empati merupakan sebuah keadaan mental, dimana seseorang Faktorimitasi berhubungan dengan faktor identifikasi. Faktor sugesti berhubungan dengan faktor motivasi. Sedangkan faktor simpati berhubungan dengan faktor empati. Berikut kami akan menjelaskan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial beserta contohnya lengkap. 1. Imitasi. Pengertian imitasi adalah suatu proses kognisi untuk melakukan Apayang dimaksud imitasi, sugesti, identifikasi,,empati,simpati,motivasi dan berikan masing masing contohnya??? SD Matematika Bahasa Indonesia IPA Terpadu Penjaskes PPKN IPS Terpadu Seni Agama Bahasa Daerah Perbedaanyang mendasar dari kedua istilah tersebut adalah dalam perwujudan penerapannya. Simpati adalah suatu perasaan yang dimiliki oleh seseorang sebagai hasil dari rasa ketertarikan atas sikap, penampilan, perbuatan, maupun wibawa yang ditunjukkan oleh orang lain kepadanya. Sedangkan empati meskipun pengertiannya mirip dengan simpati, akan IdentifikasiIdentifikasi adalah keinginan yang sangat kuat dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan idolanya. Identifikasi adalah bentuk lanjut dari imitasi dan sugesti . identifkasi mendorong individu untuk meniru dan menyamakan dirinya dengan orang lain yang ditiru. Ia bahkan merasa menjadi orang tersebut. Tag pengertian simpati empati sugesti imitasi identifikasi Empati : Pengertian, Sejarah, Perkembangan, Ciri, Faktor, Manfaat Dan Contohnya By Author Posted on May 28, 2022 C2ALeZ. Sosiologi Info - Menurut ahli Sosiologi Soerjono Soekanto, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi/mendasari interaksi sosial, yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, empati, simpati, dan penjelasan awal perihal interaksi sosial menurut para ahli/tokoh bisa dibaca melalui halaman berikut Pengertian Interaksi Sosial, Memahami Ciri-Ciri dan Contohnya. Yuk baca !Interaksi Sosial. Sebelumnya kita sudah memahami pengertian interaksi sosial dari beberapa para tokoh/ahli yang menyampaikan pandangannya terhadap interaksi sederhana kita mengartikan interaksi sosial adalah hubungan sosial yang terjalin oleh dua orang, atau lebih, baik itu antar individu dan antar kelompok sosial, dan adanya relasi sosial yang menyepakati adanya kerjasama/konflik, serta adanya hubungan timbal juga kita artikan interaksi sosial merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan sosialisasi antar individu, maupun antar kelompok masyarakat yang ada, dengan adanya syarat yaitu kontak dan komunikasi sosial yang dilakukan pasti adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, lalu apa saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhi interaksi sosial, berikut penjelasannya. Baca Juga Memahami Tindakan Sosial Max WeberFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial. Kita sudah melewati proses interaksi sosial ini, dan kita melakukannya. Itulah, interaksi yang kita lakukan terjadi secara tidak spontan, melainkan adanya faktor yang mempengaruhi ahli Sosiologi Soerjono Soekanto, terdapat beberapa faktor yang mendasari atau mempengaruhi adanya interaksi sosial yang kita lakukan, yaitu sebagai berikut 1. Imitasi. Tindakan ini adalah menirukan orang lain, seperti meniru sikap, tingkah laku, maupun pada penampilan seseorang tersebut secara fisik. Imitasi ada dua yaitu ada yang positif dan Imitasi positif misalnya, pelajar yang menirukan sikap dan tindakan seorang guru yang selalu datang tepat waktu, sikap yang sopan, dan lainnya. Sedangkan untuk imitasi negatif, misalnya pelajar yang menirukan gaya rambut, atau penampilan fashion seorang artis yang dandan secara berlebihan, maka lingkungan yang ada disekitarnya akan merespon Sugesti. Ini adalah memberikan pengaruh atau pandangan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Disinilah proses sugesti atau saling mempengaruhi dan menerima pandangan yang disampaikan tersebut, tanpa berpikir Dulu, sosok Soekarno telah berhasil mempengaruhi atau mensugestikan orang banyak terhadap pandangan-pandangannya yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Juga Memahami Dua Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Yuk Baca !3. Identifikasi. Ini adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain, biasanya kepada orang yang diidamankan atau ini merupakan bentuk lanjutan dari proses imitasi dan sugesti yang memiliki pengaruh sangat Misalnya penggemar K-Pop Grup BTS, Blackpink, dan sejenisnya, yang sangat mengidolakan artis K-Pop tersebut maka akan merubah penampilan, gaya fashion, rambut, dan hal-hal Simpati. Ini merupakan suatu proses dimana seseorang tertarik dengan orang lain, sehingga ia ingin mengertikan pihak lain untuk dapat semakin Era digital sekarang, seperti di media sosial, kita bisa melihat bagaimana simpati ini muncul dengan hanya menyebarkannya, misalnya ada kasus perampokan atau pembegalan atau pencurian motor, maka seketika kita akan membagikan postingan tersebut di media sosial kita sebagai bentuk simpati Empati. Simpati dan empati bisa dibilang mirip. Tetapi, ada pembedanya, yaitu empati kita benar-benar merasakan hal yang sama dirasakan oleh orang lain tersebut. Contohnya Kejadian tsunami yang pernah terjadi di Indonesia, bahkan tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang merasakan kehilangan, kesedihan, duka mendalam, dan seluruh dunia merasakan hal yang sama karena musibah tsunami terjadi di Indonesia. Bahkan negara lain ikut membantu, seperti sembako, bantuan obat-obatan, bantuan pemulihan infrastruktur, dan Motivasi. Ini mirip dengan sugesti yang dapat mempengaruhi, namun lebih kepada pikiran yang dasarnya, motivasi yang diberikan mempengaruhi orang lain, namun pada pelaksanaannya diterima oleh yang menerima pesan, dengan tetap menyaring secara kritis, rasional dan dapat Misalnya ada seorang dosen atau guru yang memberikan dan menyatakan nilai kita bagus, maka secara langsung kita meresponnya dengan motivasi untuk dapat mempertahankan prestasi itu maupun belajar dengan giat dan semangat menurut Monks, dkk, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi interaksi sosial yaitu 1. Jenis kelamin. Memang sih ada kecenderungan untuk laki-laki dalam berinteraksi dengan teman sebaya/sejawat yang lebih besar dari pada perempuan. Namun, juga tidak menutup kemungkinan ada juga sebagian perempuan yang lebih cenderung dalam melakukan interaksi tersebut. 2. Kepribadian seseorang. Ada yang mempunya kepribadian yang ekstrovert. Artinya kepribadian ini periang, sering berbicara, lebih terbuka, dan mudah untuk ekstrovert lebih komformitas dari pada introvert. Komformitas yang artinya suatu jenis pengaruh sosial ketika seseorang mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada. introvert memiliki sifat kepribadian pemalu, tidak banyak bicara dan cenderung berpusat pada diri mereka sendiri. Besarnya kelompok. Pengaruh kelompok yang besar menjadi penting dalam melakukan interaksi dengan yang lainnya, secara psikologis memberikan keyakinan dan motivasi untuk memulai adanya interaksi sosial dengan yang Keinginan untuk mempunyai status. Nah, ini bisa saja menjadi pengaruh seseorang untuk memulai interaksi sosial. Baca Juga Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial dan ContohnyaAdanya dorongan untuk memiliki status inilah yang menyebabkan seseorang berinteraksi dengan ia individu akan menemukan kekuatan dalam mempertahankan dirinya di dalam perebutan tempat atau status terlebih di dalam suatu penting untuk dapat menjaga hubungan baik, relasi, dan dapat mempertahankan status ataupun dapat meningkatkan kedudukan seseorang dalam Interaksi dalam keluarga atau orang tua di rumah. Bisa menjadi pengaruh, suasana rumah yang kondusif, dengan suasana rumah yang tidak kondusif, misalnya keluarga yang sering bertengkar, tidak ada harmonisnya keluarga, dan hal ini dapat memberikan pengaruh bagaimana seseorang anak akan melakukan interaksi sosial dengan teman-temannya. Bisa saja ia murung, dan merasa takut untuk memulai interaksi ketika kondisi rumah atau keluarga yang harmonis dan menyenangkan, serta kondusif, maka seseorang anak akan lebih tenang dalam melakukan interaksi sosial tersebut dengan Faktor Pendidikan. Pendidikan yang tinggi adalah salah satu faktor dalam mendorong individu untuk interaksi, karena orang yang berpendidikan tinggi mempunyai wawasan pengetahuan yang luas, yang mendukung dalam referensi Sumber 1Sumber 2Sumber 3Sumber foto Sifat simpati dan empati termasuk hal positif yang ada dalam manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia penting untuk peduli dan iba pada orang lain. Kehidupan sosial membutuhkan sifat simpati untuk membantu orang terdekat dan kelompok. Sikap simpati ini dapat berkembang menjadi kerjasama dan saling pengertian. Contoh simpati dalam kehidupan sehari-hari, yaitu mengucapkan selamat pada teman yang berhasil mendapatkan prestasi. Perbedaan antara simpati dan empati terletak pada perasaan seseorang. Simpati adalah sikap seseorang yang mengerti perasaan atau pikiran orang lain. Sedangkan empati adalah sifat seseorang yang mengetahui kepribadian orang lain berdasarkan pengalaman. Kedua sifat ini merasakan kepedulian pada sesama dalam kesedihan atau kebahagiaan. Pengertian Simpati Simpati adalah sebuah proses yang menjadikan individu merasa tertarik pada orang lain. Rasa tertarik ini berdasarkan keinginan untuk memahami perasaan orang lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI simpati adalah kasih sayang, rasa suka, setuju, dan keikutsertaan merasakan perasaan orang lain. Sikap simpati timbul bukan hanya karena perasaan semata. Simpati membutuhkan proses dan alasan logis. Contoh simpati yaitu mengucapkan belasungkawa dan ikut gembira pada orang lain. Menurut Kamus Merriam Webster, simpati adalah seseorang yang memiliki rasa peduli, menyesal tentang masalah, kesedihan, sampai kemalangan orang lain. Sikap simpati menimbulkan perasaan mendukung. Sedangkan empati muncul untuk menghubungkan keterkaitan emosional individu dengan orang lain. Sikap simpati muncul karena perasaan tidak enak jika terjadi sesuatu pada orang lain. Mereka sering membicarakan dan merasa simpati pada orang lain. Adanya simpati bermanfaat untuk membantu orang lain dan berperan menjaga ketertiban. Selain itu simpati berperan untuk membantu memahami emosional seseorang. Pengertian Simpati Menurut Para Ahli Mengutip dari berikut pengertian simpati menurut para ahli 1. Soerjono Soekanto Simpati adalah sebuah proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Proses ini membutuhkan pengertian antara kedua belah pihak. 2. Gillin Simpati merupakan proses ketertarikan seseorang pada pihak lain. Adanya simpati terdorong dari rasa keinginan untuk memahami dan mau bekerja sama. 3. Max Weber Menurut Max Weber, simpati bisa disampaikan pada seseorang, kelompok, dan lembaga formal. Contoh Simpati Memberikan ucapan selamat pada orang lain yang sedang bahagia Memberikan ucapan berduka cita pada orang lain karena telah kehilangan orang yang dicintai Menjaga keamanan dan kenyamanan kegiatan keagamaan Tidak membedakan orang lain berdasarkan ras, agama, suku, budaya, dan etnis Memberikan bantuan atau donasi pada korban bencana alam Menghibur teman yang sakit Membagikan bantuan bencana alam ke media sosial Membantu menolong anak yang jatuh di jalan Penyebab Simpati Simpati disebabkan karena beberapa hal. Mengutip dari berikut penyebab simpati dalam kehidupan sehari-hari 1. Seseorang memperhatikan orang lain Penyebab simpati karena individu melihat orang lain yang terlihat cemas, ketakutan, atau bahagia. Mereka akan mulai bersimpati, misalnya menghibur teman yang kehilangan uang. Mereka akan mengucapkan kata duka dan bersimpati karena peristiwa itu. 2. Orang lain membutuhkan perhatian Simpati disebabkan karena persepsi seseorang yang melihat orang lain. Individu maupun kelompok cendeurng bersimpati, ketika melihat seseorang yang mendapatkan kemalangan. Misalnya seseorang terluka di bagian lutut, kemudian orang lain akan membantu menolongnya. Contoh lain yaitu seorang anak mendapatkan simpati lebih banyak ketika jatuh saat berlari ke arah orang tuanya. Sedangkan anak mendapatkan simpati lebih sedikit, ketika dia sudah dilarang untuk berlari cepat di pinggir jalan. Beberapa orang menganggap anak tersebut bandel karena sudah diperingatkan lebih dulu. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah-istilah seperti imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati. Namun, tidak semua orang memahami secara tepat apa arti dari istilah-istilah tersebut. Oleh karena itu, dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian dan contohnya secara adalah proses meniru atau mencontoh perilaku atau tindakan orang lain. Proses ini dapat terjadi secara sadar atau tidak sadar. Imitasi seringkali terjadi di antara anak-anak yang meniru perilaku orang dewasa atau teman mereka. Namun, imitasi juga dapat terjadi di antara orang dewasa yang meniru perilaku orang lain yang dianggap sebagai model atau imitasi adalah ketika seseorang meniru cara bicara atau gerakan fisik dari orang lain. Sebagai contoh, ketika seseorang meniru cara bicara atau gerakan fisik dari seorang selebriti atau tokoh publik yang mereka adalah proses mempengaruhi pikiran atau perilaku seseorang melalui saran atau pernyataan yang disampaikan oleh orang lain. Sugesti dapat terjadi secara sadar atau tidak sadar. Sugesti seringkali terjadi di antara orang-orang yang memiliki hubungan erat seperti antara teman, pasangan, atau sugesti adalah ketika seseorang yang sedang merasa stres dan cemas diberi saran oleh teman atau keluarganya untuk mengambil jeda dan melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk meredakan adalah proses mengadopsi atau meniru karakteristik atau perilaku orang lain untuk membentuk identitas diri. Identifikasi terjadi ketika seseorang menganggap seseorang atau sesuatu sebagai model atau teladan dan kemudian meniru perilaku atau identifikasi adalah ketika seorang anak mengadopsi perilaku atau karakteristik dari orang tua mereka, seperti cara bicara atau kebiasaan adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain. Simpati seringkali dianggap sebagai kemampuan empati. Namun, simpati hanya mencakup kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain, sedangkan empati mencakup kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain serta memberikan dukungan atau simpati adalah ketika seseorang merasakan kesedihan ketika melihat seseorang yang sedang adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain serta memberikan dukungan atau bantuan. Empati mencakup kemampuan simpati dan kemampuan untuk memberikan dukungan atau empati adalah ketika seseorang merasakan kesedihan ketika melihat seseorang yang sedang menangis, dan kemudian memberikan dukungan atau bantuan untuk membantu orang tersebut merasa lebih sugesti, identifikasi, simpati, dan empati adalah istilah-istilah yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Imitasi adalah proses meniru perilaku atau tindakan orang lain, sugesti adalah proses mempengaruhi pikiran atau perilaku seseorang melalui saran atau pernyataan yang disampaikan oleh orang lain, identifikasi adalah proses mengadopsi atau meniru karakteristik atau perilaku orang lain untuk membentuk identitas diri, simpati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain, dan empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain serta memberikan dukungan atau kehidupan sehari-hari, kita seringkali mengalami situasi di mana kita perlu menggunakan kemampuan imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, atau empati. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami pengertian dan contohnya agar kita dapat menggunakan kemampuan tersebut secara tepat dan D. 1995. Emotional intelligence. New York Bantam M. L. 2000. Empathy and moral development Implications for caring and justice. Cambridge University A. 1977. Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ Prentice Hall.